20.1 C
New York
Kamis, Desember 11, 2025
BerandaPeristiwaPuluhan Rumah di Lingkungan Sawah Terendam Banjir

Puluhan Rumah di Lingkungan Sawah Terendam Banjir

-

CILEGON, SSC – Puluhan rumah yang ada di Lingkungan Sawah, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon terendam banjir luapan air hujan. Banjir yang datang secara tiba-tiba ini mengakibatkan warga tidak dapat menyelamatkan barang-barang mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam ini langsung merendam rumah warga. Ketinggian banjir diperkirakan hingga betis orang dewasa.

Salah seorang warga, Uum Yani, mengaku kaget dengan banjir yang terjadi. Ia tampak pasrah ketika banjir masuk kedalam rumah. Banjir ini, kata Uum, dikarenakan saluran drainase yang ada sangat sempit dan dipenuhi sampah sehingga meluap.

“Yah mau gimana, pembuangan airnya kecil banget. Makannya ketika hujan besar, terjadi banjir yang tinggi. Apalagi, pembuangan air dari Lingkungan Kapling, Lingkungan Palas dan Lingkungan Rokal dibuangnya ke sini. Gimana gak banjir coba. Percuma juga ada tandon yang dibangun oleh pemerintah, tandonnya saja ikut terendam banjir,” kata Uum saat ditemui Selatsunda.com di lokasi, Senin (26/11/2018).

Uum khawatir, banjir kembali akan terjadi pada malam hari sekalipun saat ini telah berangsur surut. Bahkan bila hujan terjadi di malam hari, ketinggian banjir diprediksi bisa melebihi yang terjadi kali ini.

“Takut aja malam ini hujan lagi dan ketinggian bisa lebih tinggi dibandingkan tadi sore,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Sukmajaya, Ade Rizky banjir yang terjadi di Lingkungan Sawah merupakan banjir kiriman dari Lingkungan Kapling, Lingkungan Palas dan Lingkungan Rokal. Kapasitas daya tampung tandon yang ada di lokasi tidak mampu menampung debit air hujan dan akibatnya meluap ke rumah warga.

“Air sendiri kiriman dari beberapa lingkungan. Makannya di Lingkungan Sawah terendam banjir. Meskipun, kita (Kelurahaan Sukmajaya) sudah membangun tandon, tandon pun ikut meluap,” ujar Ade.

Ade mengaku, sangat kecewa belum terealisasinya pembangunan tandon Seneja yang digarap oleh Dinas PUTR. Padahal tandon tersebut diprediksi dapat meminimalisir banjir seperti yang terjadi saat ini di Lingkungan Sawah.

“Saya dapat informasi kalau tandon di Seneja gagal lelang. Sedangkan tandon di Kampung Sawah tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi. Saya sih minta, pihak PU cepat merealisasikan pembangunan tandon 1 di Seneja,” katanya.

Untuk mengantisipasi banjir malam hari, sambung Ade, pihaknya akan berkoordinasi dengan warga di RT dan RW setempat.

“Kalau tadi saya bicarakan dengan pihak RW kalau banjir lagi, koordinasi harus dilakukan. Sehingga bisa langsung disampaikan ke pihak Dinsos Dinkes untuk memberikan pertolongan ke warga,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -