Rapimnas LDII menunjuk Pj Ketua Umum Christianto Santoso saat diselenggarakan di Jakarta, Kamis (21/8/2020). Foto Istimewa

JAKARTA, SSC – DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) akhirnya menetapkan Chriswanto Santoso sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum DPP LDII. Pj Ketum Christianto ditetapkan secara aklamasi berdasarkan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tahun 2020 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (20/8/2020).

Selaku pemimpin sidang dalam rapimnas yakni Dody T. Wijaya, Supriasto, Sudarsono, Basseng, Lukman Abdul Fatah dan Iskandar Siregar. Keputusan memperhatikan dukungan dari 34 DPW LDII se-Indonesia.

Edwin Sumiroza Ketua DPW LDII Provinsi Banten menyatakan, penunjukkan Christianto mendapat dukungan penuh dari seluruh DPW dan DPD se-Indonesia. Karena sang Pj Ketum, kata dia, adalah sosok yang dikenal berpengalaman di LDII dan memiliki integritas moral yang baik dengan jejaring luar di berbagai elemen bangsa.

“Chriswanto Santoso adalah salah satu pelopor lahirnya delapan klaster bidang pembangunan LDII, merupakan sosok yang tak asing dalam internal LDII, maupun bagi ormas Islam dan organisasi pemerintahan lainnya,” ungkapnya setelah mengikuti rapat.

Menurut Edwin, Chriswanto juga dipandang sosok yang sangat siap memimpin LDII karena memiliki kualitas kepemimpinan yang sangat mumpuni serta berkarakter yang alim faqih.

Sementara, PJ Ketum terpilih, Chriswanto mengungkapkan, penunjukan tersebut adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan kerja keras yang telah dicapai para pendahulu. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan kehilangan atas meninggalnya Ketua Umum (alm) Prof. H. Abdullah Syam dan Ketua Ir. H. Prasetyo Sunaryo.

Baca juga  Penjabat Sekda Nanang Yakin Pendistribusian Vaksin Covid-19 di Serang Aman

“Tentu pekerjaan ini tidak ringan, saya tidak bisa melaksanakan sendiri. Bagian penting suksesnya program LDII adalah bentuk kerjasama. DPP LDII artinya kolektif kolegial, bukan miliknya Chriswanto Santoso, bukan milik Sekretaris Umum Dody Taufiq tapi milik kita bersama,” ujarnya.

Ia berpesan, agar seluruh pengurus LDII bisa menjalankan empat pilar dalam mensukseskan jalannya roda organisasi. Baik selalu berpikir khusnudzon dengan mengambil nilai kebaikan sesama pengurus kemudian berkorban dalamvproses kolektif kolegial, taat asas kepemimpinan dan selalu komunikasi dengan baik.

“Kalau mencari kejelekan pasti akan ada. Tidak mungkin team building terbentuk ketika tidak melakukan pengorbanan. LDII adalah organisasi yang dikenal memiliki kepemimpinan kuat dibawah Prof. Abdullah Syam. Kepemimpinan kolektif kolegial yang taat pada asas adalah kunci untuk menjadikan organisasi semakin baik. Tidak harus menang dalam komunikasi, tetapi kuncinya adalah keinginan untuk mencapai tujuan bersama. Kritik saya, nasihati saya bagaimana membangun LDII kedepan semakin baik,” tandasnya.

Baca juga  Pemkot Cilegon Cicil Rp 30 Miliar Beli Lahan Milik PT KS

Diakhir pernyataan, ia berpesan agar pengurus berkonstribusi nyata bagi bangsa.  Itu semua perlu kerjasama antara pusat dan rekan kerja di daerah. Kareba rekan kerja di daerah jauh lebih baik darinya. Oleh karena itu, ia mengajak agar bisa sama-sama bekerja keras mewujudkannya.

“Maka mari kita bangun kontribusi nyata dalam rangka membangun bangsa. Kerja keras, mengorbankan diri kita sehingga LDII benar-benar berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia bangkit dan Indonesia maju,” tutup Chriswanto.

Sementara itu Sekretaris DPW LDII Banten Dimo Tono Sumito mengungkapkan, dirinya mengapresiasi terpilihnya Chriswanto Santoso. Ia berharap Pj Ketum segera bisa bekerja dengan sisa waktu sampai akhir tahun 2021.

“Saya sangat senang serta bersyukur karena mendapatkan kader terbaik dan didaulat oleh seluruh DPW se-Indonesia untuk ditunjuk sebagai Penjabat Ketua Umum DPP LDII. Saya berharap Pak Chris langsung bisa bekerja untuk sisa waktu yang ada,” ungkapnya.

Diketahui, hasil rapimnas menunjuk Chriswanto Santoso sebagai PJ Ketum DPP LDII dengan masa bakti terhitung sejak ditetapkan hingga berakhirnya kepengurusan DPP LDII masa bakti 2016-2021. Masa bakti dapat diperpanjang sampai dengan diselenggarakannya Munas LDII paling lambat akhir Desember 2021. (Ronald/Red)