Ratusan buruh yang tergabung dalam FSP KEP Kota Cilegon melakukan aksi unjuk rasa di depan pabrik PT NS BlueScope Steel Indonesia, Kawasan Induatrial Estate Cilegon (KIEC), Kota Cilegon, Kamis (31/1/2019). Mereka menolak PHK terhadap 74 karyawan akibat putusnya kontrak antara PT BCS dengan Bluescope. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi dan Umum (FSP KEP)  Kota Cilegon melakukan aksi unjuk rasa di depan pabrik PT NS BlueScope Steel Indonesia, Kawasan Induatrial Estate Cilegon (KIEC), Kota Cilegon, Kamis (31/1/2019). Aksi buruh ini dilakukan menyusul adanya pemutusan  kontrak antara Blue scope dengan PT Buana Sentra Swakarsa (PT BCS) yang mengakibatkan sekitar 75 buruh BCS terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pantauan selatsunda.com di lapangan, aksi ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Buruh datang dengan membawa spanduk bertulisan penolakan PHK. Aksi itu mendapat pengawalan dari kepolisian setempat.

Wakil Ketua Bidang Advokasi SP KEP PT BCS,  Eli Idris mengatakan, kasus PHK ini sebelumnya telah dibahas antara buruh dengan BCS dan Bluescope. Kedua perusahaan itu dinilai telah melanggar peraturan ketenagakerjaan karena melakukan PHK secara sepihak.

“Kita sebelumnya sudah melakukan hearing dengan Pak  Plt Walikota dan Kadisnaker , tapi PT Blusscope dan BCS ini seolah-olah tidak mau mematuhi aturan. Jadi diundang-undang itu kan jelas apabila PHK sebelum habis masa kontrak maka sisa kontrak harus dibayar, tapi ini tidak ada itikad itu, malah dia hanya ingin memberikan kompensasi, tidak mau mengikuti aturan,” ujar Eli di lokasi.

Pada pertemuan sebelumnya itu, kata Eli, uang kompensasi yang ditawarkan untuk dibayar Bluescope dan BCS sebesar Rp 23 juta. Namun kompensasi itu ditolak karena dinilai tidak sesuai regulasi tenaga kerja yang berlaku.

“Intinya aksi unjuk rasa ini menuntut agar tidak ada PHK, tapi kalau memang PHK itu tetap tidak bisa dihindari maka hak-hak kami harus diselesaikan sesusai dengan undang-undang,” paparnya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari  manajemen Bluescope atas tuntutan yang disampaikan buruh. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?