CILEGON, Selatsunda.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Pembela Masyarakat Bedol Desa dan Gusuran Citangkil menyambangi Gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu (20/7/2022).
Pantauan Selatsunda.com di lokasi, massa masuk ke gedung rakyat sekitar pada pukul 14.00 WIB dengan membawa sebuah spanduk. Pada spanduk tersebut terdapat tiga tuntutan, Pertama, PT. Krakatau Steel harus menjelaskan dasar klaim lahan pengganti makam seluas 9,7 hektar di tempat pemakaman Makam Balung. Tuntutan kedua, PT. Krakatau Steel harus mengganti lahan makam-makam khusus bagi Kampung Citangkil lama sesuai hukum yang berlaku dan tuntutan ketiga yakni PT. Krakatau Steel harus mengganti mushola Citangkil Kulon seluas 700 meter persegi dan mushola Citangkil Lor seluas 500 meter persegi.
Saat massa masuk terlihat pihak kepolisian melakukan penjagaan. Kapolsek Purwakarta, Iptu Atep Mulyana terlihat berada di lokasi. Nampak Atep berusaha untuk menenangkan massa yang ingin masuk ke dalam ruangan rapat serbaguna DPRD.

Nampak dalam ruang rapat hadir Ketua Komisi I DPRD Cilegon, Hasbudin, Ketua Komisi II Kota Cilegon, Fatuhrohmi dan anggota komisi II lainnya serta Lurah Citangkil, Faisal Tanjung.
Kapolsek Purwakarta, Iptu Atep Mulyana meminta kepada massa untuk dapat tenang mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing dengan anggota dewan.
“Saya di sini menjabat Kapolsek Purwakarta (Iptu Atep Mulyana) yang mana Polsek Purwakarta membawahi pengamanan salah satunya gedung rakyat ini. Pada siang ini, saya ditugaskan oleh Kapolres Cilegon, AKBP Eko Tjahyo Untoro untuk mengawal bapak-bapak sama hearing ini,” kata Atep kepada massa di ruang rapat serbaguna DPRD sebelum rapat dimulai.
Atep meminta massa dapat tertib mengikuti hearing agar berjalan lancar.
“Dalam pelaksanannya, kami mohon kepada bapak-bapak untuk tertib dalam pelaksanaan hearing ini. Ikuti tata cara dan aturan dalam pelaksanan kegiatan ini. Karena di sini bukan acara asal-asalan melainkan menyerap aspirasi masyarakat. Kalau ingin bertahan di sini (ruang rapat DPRD) yang penting tertib,” tuturnya.
“Tidak ada teriak-teriakan yang membuat kegaduhan. Yang terpenting hearing ini berjalan lancar. Kalau ribut saat hearing ini saya setop,” pungkas Atep. (Ully/Red)

