CILEGON, SSC – Realisasi Pendapatan Pajak Daerah menjadi sorotan DPRD Kota Cilegon karena capaiannya sampai saat ini dinilai belum memenuhi target. Hal ini dikatakan Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan menanggapi rapat badan anggaran yang digelar DPRD dengan Pemkot Cilegon, Kemarin, Kamis (18/10/2024).
Pada rapat banggar tersebut, Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan mengatakan ada sejumlah hal yang menjadi atensi pihaknya. Terutama terkait pendapatan pajak daerah yang saat ini belum sesuai harapan.
“Jadi kemarin yang jadi atensi itu berkaitan dengan pajak. Karena memang ada beberapa pajak yang belum memenuhi target. Sedang kita kan dua bulan lagi nih. Termasuk pajak bphtb, pajak reklame kemudian pajak hiburan. Hiburan kan berkaitan dengan obyek permainan, itu kita maksimalkan. Makanya kemarin kita menyoroti, kepada Pak Sekda (Maman Mauludin) untuk bisa dimaksimalkan,” ujar Rizki di Kantor DPRD Cilegon, Jumat (18/10/2024).
Selain itu, tidak hanya menyangkut pajak daerah namun pendapatan sektor lain juga diminta dapat digenjot.
“Kemudian ada beberapa yang memang dilihat dari target-target pendapatan yang belum tercapai. Makanya kita minta di push lagi,” tuturnya.
Ditanya apakah dengan tidak tercapainya target pendapatan daerah ini pihaknya juga akan mendorong melakukan rasionalisasi belanja anggaran, Rizki menjawab akan mendorong hal tersebut. Karena dari penjelasan Pemkot kemarin, rata-rata OPD mengajukan tambahan biaya 1 hingga 4 persen. Hal itu diminta untuk di rasionalisasi.
“Kemarin kan kita minta penjelasan terkait anggaran, refocusing. Makanya ada beberapa poin-poin strategis yang disampaikan dari hasil evaluasi Gubernur untuk kita minta di tindak lanjuti. Saya masih nunggu kabar hari ini,” ucapnya.
“Kemudian berkaitan dengan beberapa OPD, itu kan kalau saya (hitung) rata-rata, kenaikannya 1 sampai 4 persen, anggaran biaya tambahan di perubahan. Makanya ada beberapa dinas yang naik signifikan, itu kita minta rasionalisasi kembali,” sambungnya.
Termasuk kata dia akan ada pekerjaan yang diproyeksikan tertunda dilaksanakan tahun ini.
“Oh iya, makanya itu. Kemarin ada beberapa item, tapi saya tidak hafal semuanya. Mungkin nanti bisa konfirmasi ke eksekutif,” pungkasnya. (Ronald/Red)

