Suasana Pasar Indik Rau di Kota Serang, Senin (25/11/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang memperkirakan rencana pembangunan Pasar Induk di Kota Serang sebagai satu solusi Pasar Induk Rau (PIR) yang kian padat dan sesak akan menyedot anggaran yang cukup besar. Ada opsi karena keterbatasan anggaran, Pemkot Serang akan mengkaji skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kota Serang, Nanang Saefudin, Senin (25/11/2019) mengatakan, Studi Kelayakan Bisnis atau Feasibility Study (FS) atas rencana pembangunan pasar induk baru masih dalam pengkajian Disperindagkop UKM Kota Serang.

Selain FS dalam kajian, kata Nanang, pihaknya saat ini juga sedang mengkaji pola penganggaran yang tepat. Bilamana FS pasar dinyatakan layak untuk dibangun namun anggaran terbatas, opsi pendanaannya dapat dilakukan dengan skema KPBU.

“Misalnya saja, kita kan sudah punya lahan di Klodran. Nanti kalau itu dibangun, swasta berapa miliar, kita berapa miliar. Kerjasamanya mau berapa tahun kalau nanti mau bangun, swasta berapa miliar. Tapi nanti hitungannya saat pembagian kerjasama,” ujarnya.

Ia mengaku, rencana pembangunan pasar induk dengan KPBU memang masih sebatas wacana. Namun skema itu patut dikaji karena rencana pembangunan dikerjasamakan dengan pihak ketiga (swasta). Menurutnya, skema KPBU bisa menjadi solusi tepat mengingat anggaran yang juga terbatas.

“Karena kita tidak punya anggaran, kalau misalnya dibangun sampai Rp 50 miliar. Berat buat kita. Opsi (skema KPBU) itu mungkin bisa jadi pilihan,” tuturnya.

Sementara, Kepala Disperindagkop UKM Kota Serang, Yoyo Wicahyono mengatakan, jika rencana pembangunan pasar tersebut dalam kajian FS. Rencana pembangunan pasar induk di lokasi baru mempertimbangkan konsep tata ruang Kota Serang untuk 10 hingga 20 tahun kedepan. Mengingat kondisi Pasar Rau sudah semakin padat.

“Dalam pengembangan Kota Serang kedepan dengan pertimbangan kemacetan dalam Kota dan lain sebagainya maka selayaknya Kota Serang itu harus mempunyai pasar induk,” tuturnya.

Meskipun begitu, kata Yoyo, Pasar Rau tetap akan dipertahankan berkonsep pasar. Rencananya, Rau akan diubah dari pasar induk menjadi pasar regional.

“Grosir disitu kan truknya besar dan perlu lahan yang luas, sudah tidak memadai kalau Rau dijadikan pasar induk,” tandasnya.

Dia menyatakan, rencana pembangunan pasar induk baru masih dalam kajian yang panjang. Termasuk mengkaji soal pendanaan ketika pasar dibangun.

“Ini kan prosesnya panjang, makanya kita mengawali itu. Kita lihat dahulu FS-nya, baru kemudian DED (Detail Enginerieen Design). Dari perencanaan DED, berapa biayanya, berapa kemampuan anggarannya,” tuturnya.
(Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here