SERANG, SSC – Wakil Ketua I DPRD Kota Serang, Ratu Ria Maryana menyinggung rencana tukar guling (ruislag) tanah milik Pemkot Serang dengan PT Bersama Kembang Kerep Sejahtera (BKKS). Politisi Partai Golkar ini menganggap nilai tanah yang ditaksir Pemkot Serang tidaklah sebanding dengan tanah BKKS jika melihat lokasi yang akan saling ditukar gulingkan.
Diketahui, tanah milik Pemkot Serang seluas 3,3 hektar yang terletak di Penancangan dengan nilai Rp 66 Miliar akan di tukar guling dengan tanah PT BKKS di Kemanisan, Kecamatan Curug seluas 4,4 hektar dengan nilai Rp 106 Miliar.
“Pertama adalah dari nilai nominalnya, appraisal-nya itu kurang wajar. Tanah Pemkot itu berada di pusat kota kira-kira ada di depan MOS disekitar pintu keluar tol Serang Timur. Sedangkan ruislag itu di Kecamatan Curug dari potensi lokasi saja sudah kurang,” katanya kepada awak media ditemui disalah satu hotel di Kota Serang kemarin, Jumat (29/1/2021).
Kendati luasan tanah yang akan diterima lebih luas namun, Ria tetap menganggap Pemkot Serang dalam ruislag tersebut berpotensi merugi. Sehingga ia meminta kepada Pemkot Serang untuk lebih mempertimbangkan rencana tukar-guling itu dengan melakukan pengkajian ulang terlebih appraisal yang disepakati.
“Sebenarnya kalau nilai itu kan dari pihak yang melakukan apraisal yah. Namun kalau dari kami itu menginginkan agar kesepakatan harus menguntungkan Kota Serang. Kami juga mendorong agar ada pengkajian ulang,” tegasnya.
Ia mengatakan, terkait rencana ini bukan hanya fraksinya saja yang membahas tetapi beberapa fraksi lain di DPRD pun turut ikut membahas dan mengkaji.
“Di dewan juga kemarin kami melakukan rapat dengan beberapa fraksi. Dan disitu ada beberapa fraksi yang menyetujui dan tidak menyetujui. Kebetulan saya dari fraksi Golkar itu kurang setuju dengan rencana itu,” pungkasnya. (SSC-03/Red)

