CILEGON, SSC – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Dede Rohana Putra melakukan Reses Masa Persidangan ke 1 Tahun Sidang 2025-2026 di Lingkungan Jerang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Kamis (30/10/2025). Dalam reses itu, Anggota DPRD Banten dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Banten 12 Kota Cilegon itu menerima berbagai aspirasi dari masyarakat. Mulai dari persoalan infrastruktur, pendidikan hingga masalah yang belakangan disorot masyarakat terkait adanya truk tambang.
Dede Rohana Putra mengatakan, permasalahan truk tambang yang belakangan banyak melintas di Kramatwatu, Bojonegara dan Puloampel menjadi salah satu yang dibahas dalam reses. Karena keberadaannya dikeluhkan masyarakat.
Memang, kata Dede, masyarakat berharap ketika saat ini telah dibuatkan regulasi untuk mengatur truk tambang, hal itu diminta dapat efektif. Regulasi itu memang butuh juga tindak lanjut berikutnya.
Ia meminta agar masyarakat dapat bersabar, karena kebijakan pembatasan jam operasional truk tambang yang telah dituangkan dalam Keputusan Gubernur Banten saat ini tengah diterapkan dan berproses.
“Tapi memang masyarakat berharap ketika dibuat aturan harus efektif. Memang butuh juga tindak lanjut berikutnya. Jadi mohon sabar berproses. Tapi minimal sudah ada itikad baik sudah ada hasil, sudah ada peraturan yang mengatur jalannya itu,” ujar Dede usai kegiatan reses.
“Ketika ada satu dua, pelan-pelan kita tertibkan, pelan-pelan nanti kita atur penjagaan dan lain sebagainya,” sambungnya.
Dede dalam reses tersebut juga menerima suara aspirasi positif dari masyarakat terkait Program Pemprov Banten menyediakan Bus Trans Banten.
Bus Trans Banten dengan rute Terminal Pakupatan-Kampus Untirta Sindangsari itu, sangat membantu masyarakat khususnya juga bagi mahasiswa asal Cilegon yang kuliah di Kota Serang.
“Kedua terkait bus, ternyata diapresiasi oleh orang tua siswa. Orang cilegon yang kuliah di Serang sangat terbantu,” tuturnya.
Aspirasi tersebut, kata Dede akan disampaikannya ke Gubernur Banten, Andra Soni. Bilamana nanti diberlakukan berbayar, harapnya, tarif yang diberlakukan dapat terjangkau sehingga masyarakat bisa terbantu.
“Ini kita akan sampaikan ke Pak Gubernur gimana caranya agar bus Pemprov Banten nanti ke depan kalaupun berbayar bisa murah, bisa terjangkau. Kalau tidak bisa gratis kita bayar pake subsidi. Supaya terbantu,” terang Dede.
Dalam reses itu, Dede juga menerima aspirasi agar pembangunan infrastruktur di Cilegon dapat ditingkatkan salah satunya terkait sejumlah ruas di Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang masih mengalami kerusakan. Sebagai Anggota DPRD Banten, kata Dede, dia akan mendorong Pemprov Banten dan Pemkot Cilegon untuk lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur. Belanja yang tidak penting diminta untuk dipangkas dan dialokasikan ke sektor infrastruktur, pendidikan dan juga kesehatan.
“Kita dorong Provinsi Banten maupun Kota Cilegon untuk menganggarkan lebih banyak untuk infrastruktur, kurangin itu belanja pegawai, tunjangan-tunjangan, lebih baik digunakan buat pembangunan infrastruktur, buat pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya. (Ronald/Red)

