CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen mewujudkan Kota Cilegon menjadi kota yang sangat ramah disabilitas. Salah satunya dengan menyediakan gedung pemerintahan, ruang terbuka hijau (RTH) yang ramah disabilitas.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo saat menghadiri pementasan Inklusif siswa SKH Al Kautsar Cilegon di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Kamis (30/10/2025).
“Saya berpesan kita harus lebih peka lagi, ini perlu ada banyak yang diperbaiki dari sisi fasilitas prasarana pelan-pelan diperbaiki,” katanya.
Fajar menjelaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan perhatian khusus kepada anak berkebutuhan khusus dan disabilitas. Menurutnya, mereka memiliki hak yang sama dalam memperoleh kesempatan dan fasilitas dari pemerintah daerah.
“Dari tata kota kita belum sepenuhnya inklusi taman bermain bukan untuk anak-anak berkebutuhan khusus, sekolah inklusif belum sepenuhnya, guru pendamping khususnya belum bersertifikasi jadi di sisi ini kita harus peduli,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, semua anak berhak atas pendidikan yang layak dan adil. Kota Cilegon telah mendeklarasikan sistem pendidikan inklusif, termasuk adanya pendampingan guru khusus di setiap sekolah.
“Saya berjuang untuk pendampingan guru khusus di sekolah ada 1 atau 2 guru pendamping,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, untuk mewujudkan kota inklusi memerlukan sinergi lintas sektor. Menurutnya, Pemkot juga terus menampung masukan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan langkah yang tepat dalam pelaksanaan di lapangan.
“Proses fasilitasi disabilitas masih proses, tugas pemerintah, Dindikbud, PUPR, Perkim, fasilitas jalan taman bermain memang belum ramah disabilitas, kedepan pemerintahan yang sekarang bentuk kepedulian memperhatikan fasilitas anak-anak berkebutuhan khusus,” paparnya.
Ditempat yang sama, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni berjanji akan melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus untuk bisa tampil dalam ajang kebudayaan di setiap event. Sebab anak-anak tersebut juga memiliki hak yang sama dengan anak normal.
“Kedepan, ketika ada event kebudayaan, kami akan ajak dan gandeng anak-anak tersebut untuk bisa tampil dan menunjukkan bakat yang mereka miliki. Jadi Insa Allah kami akan buat program itu dan akan kami godok dengan tim kebudayaan untuk melibatkan mereka saat acara kebudayaan di Cilegon. Minimal mereka butuh diperhatikan karena mereka punya kelebihan mereka harus aktif sehingga bisa membesarkan membesarkan Kota Cilegon,” katanya.
Lebih lanjut, kata Ayatullah, dirinya pun mengaku, meski keterbatasan anggaran yang ada, Dewan Kebudayaan Kota Cilegon akan terus membawa kebudayaan Kota Cilegon hingga ke kancah nasional bahkan internasional.
“Justru ini tantangan bagi saya selaku Ketua Kebudayaan Cilegon untuk bisa menyandang anak-anak dan tim kebudayaan Cilegon agar bisa membawa kebudayaan Cilegon lebih terkenal lagi,” pungkasnya. (Ully/Red)

