RSUD Cilegon ditunjuk jadi tempat isolasi mandiri pasien covid-19. Foto : istimewa

CILEGON, SSC – Pendapatan RSUD Kota Cilegon mengalami penurunan selama empat tahun terakhir. Salah satu pemicunya kalah bersaing pelayanan dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan swasta di Kota Cilegon yang beberapa tahun terakhir tumbuh pesat.

Dari informasi yang dilansir RSUD Cilegon, pendapatan mulai drop semenjak 2018. Pada tahun 2017, BLUD Pemkot Cilegon ini mencatat pendapatan sekitar Rp 100 miliar lebih. Pendapatan kemudian mulai menurun di tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun 2020, RSUD membukukan pendapatan kurang dari Rp 70 miliar. Pada semester pertama tahun 2021, RSUD mencatat pendapatan Rp 26 miliar. Capaian itu jauh dari target yang ditetapkan sebesar Rp 42 miliar.

Plt Direktur RSUD Kota Cilegon, Ujang Iing mengatakan, pesatnya RS dan faskes swasta menjadi faktor menurunnya pendapatan. Lantaran RSUD harus bersaing pelayanan dengan RS swasta.

Pihaknya pesimis target pendapatan pada tahun ini tercapai. Karena pendapatan hingga bulan Oktober diestimasi mencapai Rp 45 miliar.

Baca juga  Mobilitas Kerja Tinggi, Anggota Dewan di Cilegon Berpotensi Terserang Penyakit Jantung dan Kolesterol

Oleh karena itu, kata Iing, RSUD memutuskan untuk menurunkan target pendapatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Cilegon 2021. Target yang awalnya Rp 84 miliar diturunkan menjadi Rp 75 miliar.

“Kami pesimis tercapai dengan Rp 84 miliar, makanya saat prognosis APBD Perubahan 2021 menjadi Rp 75 miliar,” ucap Iing kepada awak media ditemui di kantornya, Rabu (27/10/2021).

Selain persoalan persaingan pelayanan, kata Iing, pendapatan menurun juga dipengaruhi tingkat kunjungan pasien yang menurun pula. Kunjungan pasien menurun karena saat ini ada aturan BPJS Kesehatan untuk pasien puskesmas bilamana dirujuk maka harus ke RS rujukan atau faskes tipe C. Dalam artian, pasien tidak bisa langsung dirujuk ke RSUD Cilegon karena merupakan RS tipe B.

“Ada aturan kesehatan, pasien puskesmas tidak bisa ke RSUD Cilegon. Harus berjenjang dahulu ke RSUD tipe C. Kalau yang sifatnya gawat darurat, bisa langsung,” terangnya.

Baca juga  Pemkab Serang Bongkar Tujuh THM di JLS Cilegon

Sementara, Plt Wakil Direktur SDM dan Keuangan, Ade Nuriani mengatakan, pihaknya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan akan membuat terobosan. Salah satunya pada APBDP 2021, RSUD akan membeli alat baru untuk menangani penderita batu ginjal.

Selama ini, pasien batu ginjal banyak berobat ke Tangerang. Dengan tersedianya alat itu di RSUD Cilegon, pendapatan diharapkan bisa didongkrak.

“Selama ini memang pasien batu ginjal banyak dari Rangkas, Pandeglang berobat ke Tangerang makanya kita ingin membuat layanan ini,” tuturnya.

Selain terobosan itu, RSUD dalam upaya meningkatkan pelayanan akan menambah hari pelayanan poli dokter spesialis.

“Jadi kita tambah pelayanan di poli sampai hari Sabtu, karena rumah sakit lain sudah melakukan itu. Kemudian kita juga akan meningkatkan pelayanan general check up juga,” ujar Ade. (Ronald/Red)