CILEGON, SSC – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon mengklaim serapan anggaran penanganan Covid-19 yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankue) Provinsi Banten  sudah mencapai 80 persen atau mencapai Rp 6,4 miliar dari total anggaran yang diterima sebanyak Rp 8 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Cilegon Meisuri mengatakan, angaran yang bersumber dari Bankue Provinsi Banten ini dipergunakan untuk membeli berbagai kebutuhan penanganan covid-19 mulai dari penyediaan alat rapid test, alat eva filter serta obat-obatan untuk pasien terkonfirmasi covid-19.

“Alhamdullilah dari total anggaran yang kami terima dari Bankue Provinsi Banten sebesar Rp 8 miliar sudah terserap Rp 6,4 miliar terima Rp 2 miliar. Anggaran ini kita peruntuhan untuk membeli kebutuhan di rumah sakit khususnya untuk menanganai penyebaran covid-19,” kata Mei kepada Selatsunda.com ditemui di RSUD Cilegon,” Kamis (1/10/2020).

Baca juga  Kecamatan Citangkil Juara Umum MTQ Kota Cilegon

Mei menjelaskan, anggaran tersebut hanya diperuntukan untuk membeli kebutuhan penyediaan rapid test dan obat-obatan. Sementara anggaran ini tidak digunakan untuk kebutuhan dan honor tenaga medis.

“Untuk honor tenaga medis tidak termasuk di Bankue Provinsi Banten. Karena, RSUD Cilegon bukan salah satu rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien covid-19. Rumah sakit rujukan sendiri pun hasil penunjukan langsung dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sementara, untuk RSUD Cilegon sendiri hanya berdasarkan SK (Surat Keputusan) Walikota Cilegon sebagai rumah sakit penyedia pelayanan pasien covid-19,” jelasnya.

Disinggung apakah RSUD Cilegon menerima alokasi anggaran dari APBD, Meisuri mengatakan, jika dalam waktu dekat Pemkot Cilegon akan menyalurkan bantuan dari APBD Perubahan 2020 sebesar Rp 5 miliar.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

“Informasinya kami (RSUD) akan menerima bantuan yang bersumber dari APBD Perubahan. Tapi, kapan disalurkan ya, kami juga belum ada kepastian dari BPKAD Cilegon. Anggaran tersebut rencanaya akan dipergunakan untuk membeli hepafilter (alat rekaman virus) di masing-masing ruangan di rumah sakit,” pungkasnya. (Ully/Red)