Walikota Cilegon Edi Ariadi didampingi oleh Kepala DP3AKB Cilegon Heni Anita Susila saat memantau para penyandang disabilitas dalam rangka memperingati hari Disabilitas Internasional yang digelar di Rumah Dinas Walikota Cilegon,” Kamis (12/12/2019) Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Ruang publik di Kota Cilegon hingga saat ini masih belum berpihak untuk para penyandang disabilitas. Seperti contoh di Taman Layak Anak, kantor pemerinrtahan, trotoar, kantor kecamatan dan kelurahan serta tidak adanya Sekolah Berkebutuhan Khusus (SKh) negeri bagi kaum difabel.

Demikian disampaikan Kepala DP3AKB Kota Cilegon Heni Anita Susila kepada awak media usai memperingatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Kamis (12/12/2019).

Heni menyadari sampai saat ini Pemkot Cilegon masih belum mampu menyediakan fasilitas khusus untuk para penyandang disabilitas baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

“Untuk fasilitas untuk penyandang disabilitas memang saat ini kami masih belum bisa menyediakan fasilitas tersebut. Selain fasilitas umum, Cilegon pun masih belum ada SKh negeri untuk mereka,” ujarnya.

Baca juga  Lahan Kuburan di Cilegon Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien COVID-19

Mantan Sekdis Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Cilegon menambahkan, berdasarkan data yang ada di DP3AKB Cilegon di 2018 lalu, total penyandang disabilitas untuk usia 17 tahun ke bawah tercatat sebanyak 550 orang. Dari total 550 baru 302 orang penyandang disabilitas dapat bersekolah di SKh negeri dan swasta sementara 248 orang masih belum bersekolah.

“Kita (Pemkot Cilegon,red) selalu berupaya agar Kota Cilegon ramah terhadap penyandang disabilitas. Adapun realiasai fasilitas publik untuk penyandang disabilitas, kami (DP3AKB) tidak ada wewenang dalam fasilitas tersebut,” ujar Heni.

Sementara itu, Anggota DPRD Cilegon Qoidatul Sitta mengaku akan berkonsulitasi dengan seluruh anggota di DPRD Cilegon untuk membahas nasib disabilitas.

Baca juga  Pencurian Modus Pecah Kaca Berkeliaran di Cilegon

“Pasti ini akan menjadi atensi untuk kami. Saya sih berharap, Pemkot Cilegon membuat Peraturan Daerah (Perda) di Kota Cilegon untuk melindungi dan memenuhi hak-hak para penyandang disabilitas sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Pasti kita ingin ada perdanya, nanti entah itu inisiatif atau dari eksekutif, untuk perlindungan penyandang disabilitas, agar kedepannya lebih diperhatikan. Mungkin ini akan jadi PR (pekerjaan rumah) buat kita kedepan agar bisa menunjang para penyandang disabilita baik dari ruangan publik, katakanlah di trotoar di jalanan di jembatan itu dibuat emang khusus buat difabel. Tetapi semua harus bertahap, banyak yang ingin kita wujudkan, step by step lah,” pungkasnya. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini