Lokasi rumah potong hewan milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon terkena imbas proyek Jalan Lingkar Utara (JLU). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Rumah Potong Hewan (RPH) milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon terdampak pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU). Setelah sebelumnya pemakaman umum dan keluarga dan fasilitas pendidikan juga terdampak.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUTR Kota Cilegon, Retno Anggraeni membenarkan, ada 3 ruas bidang tanah di RPH yang terdampak proyek JLU. Yakni, bidang I NIB dengan luas 658 meter persegi, bidang kedua NIH 5 dengan luas 512 meter persegi dan bidang ketiga NIB 8 dengan luas 810 meter persegi. Secara keseluruhan luas tanah yang terkena JLU sebesar 2007 meter persegi.

“Total RPH seluas 2 hektar persegi yang terdampak proyek JLU sebanyak 2007 meter persegi,” kata Retno kepada Selatsunda.com, Jumat (17/9/2021).

Baca juga  KONI Cilegon Temukan 8 Cabor Terindikasi Berkegiatan Fiktif, Ini Reaksi Walikota Helldy

Retno mengungkapkan, hingga saat ini dirinya masih belum mengetahui kompensasi jika aset milik pemerintah itu digunakan.

“Proses ganti ruginya kami belum tahu detail prosesnya seperti apa. Karena masih sama-sama lahan milik pemerintah. Karena, yang kami prioritaskan pembebasan lahan milik warga dan perusahaan. Untuk lahan milik pemerintah, kami sendiri pun tidak tahu apakah perlu diganti rugi atau tidak. Lebih tepatnya tanya ke pihak TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah),” ungkapnya.

Lebih lanjut, Retno menjelaskan, hingga saat ini pihaknya sudah membebaskan 189.582 meter persegi dari 646 bidang tanah yang tersebar di Kota Cilegon. Dan masih membutuhkan 210 bidang tanah yang saat ini masih belum dibebaskan.

“Yang belum dibebaskan masih 30 persen lagi atau tersisa 210 bidang tanah lagi. 100 bidang tanah milik masyarakat dan 110 bidang tanah milik perusahaan,” lanjutnya.

Baca juga  Amankan Pilkades Kabupaten Serang 2021, Polres Cilegon Kerahkan 869 Personel

Disinggung soal APBD yang telah digunakan untuk pembebasan lahan ini, Retno memaparkan, sejak awal hingga saat ini, anggaran dikucurkan untuk kompensasi warga sebesar Rp 20 miliar dengan total 100 bidang tanah.

“Anggaran untuk pembebasan lahan yang kami kucurkan sebesar Rp 20 miliar. Kalau untuk tahap pembangunan sendiri, kami masih menunggu arahan dan keputusan dari pimpinan saja,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, Eva Sarifah membenarkan jika Rumah Potong Hewan terkena imbas proyek JLU (Jalan Lingkar Utara).

“Iyah benar luasnya cukup panjang. Dan terpisah-pisah juga tempatnya,” pungkas Eva. (Ully/Red)