Foto ilustrasi (sumber net)

CILEGON, SSC – Selain Ratu Ati Marliati dan Reno Yanuar, kini bermunculan sejumlah nama di dorong partai politik mendampingi Edi Ariadi sebagai Wakil Walikota Cilegon. Beredar kabar, nama-nama yang mulai bermunculan in yakni Sihabudin Syibli dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Erick Rebiin dari Partai Nasional Demokrat. Informasinya, Dua nama kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga telah disodorkan  ke DPW.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Cilegon, Erick Rebiin mengaku, dirinya baru mengetahui jika namanya  diusulkan oleh sejumlah kader di internal  Partai dari media sosial Facebook. Meski demikian, ia sangat siap jika diminta oleh masyarakat mendampingi Edi Ariadi sebagai Wakil Walikota Cilegon.

“Prinsipnya kalau diminta oleh masyarakat, saya siap menjalani tanggung jawab yang diamanahkan oleh masyarakat,” kata Erick kepada Selatsunda.com,” Rabu (28/11/2018).

Meski demikian, Erick pun tak terlalu ambisius untuk menjadi Wakil Walikota. Saat ini dirinya masih fokus maju mencalonkan anggota DPRD Kota Cilegon periode berikutnya.

“Sekarang yang ada di pikiran saya masih di Caleg DPRD Cilegon bukan di Calon Wakil Walikota Cilegon. Tapi, kalau memang itu amanah dari masyarakat harus siap dalam amanah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Cilegon, Abdul Ghoffar membenarkan bahwa pihaknya juga mengajukan beberapa kader untuk menempati posisi calon Wakil Walikota. Saat ini kata dia, surat telah diajukan ke DPW Provinsi Banten.

“Kita udah ajukan dua nama dari Kader PKS sebagai Calon Walikota Cilegon. Yang kita ajukan bukan hanya dua, tapi ada beberapa yang kita ajukan. Untuk namanya rahasia,” katanya.

Tak jauh berbeda dengan Ghoffar, Ketua PPP Cilegon, Sihabudin Syibli mengaku bahwa partainya masih berkomunikasi dengan pengurus internal untuk membahas orang nomor dua di Cilegon ini. Jika diusung untuk maju, dirinya siap untuk menjalankan perintah partai.

“Rapat internal dulu dengan seluruh kader membahas hal ini. Tapi, kalau memang diminta untuk menjadi Wakil Walikota Cilegon harus siap. Namanya amanah harus dilakukan. Tapi, untuk calon kan musti ada SK resmi dari pusat, jadi biar jelas,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here