SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang mengupayakan akan mengakomodir aspirasi tenaga honorer Satuan Pamong Praja (Satpol PP) agar dapat masuk dalam formasi perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda), Nanang Saefudin menjawab aspirasi puluhan honorer Satpol PP saat menyambangi Puspemkot Serang, pagi tadi.
Ia menyatakan, penyampaian aspirasi yang dilakukan para honorer Satpol PP adalah hal yang wajar. Karena hanya bermaksud menanyakan status dan status mereka kaitan dengan formasi PPPK yang dibuka.
Mengenai 420 formasi PPPK yang dipertanyakan, kata Nanang memang Pemkot belum sama sekali mengumumkannya karena masih dalam pembahasan. Bahkan jauh sebelum dipertanyakan, masalah tersebut sempat dibahas pihaknya bersama. Karena dari kuota yang diusulkan tidak satupun mengakomodir formasi PPPK untuk honorer Satpol PP. Kuota yang ditetapkan Kemenpan-RB, 350 formasi diantaranya untuk guru honorer dan sisanya 70 formasi bidang teknis.
“Sebelum ada demo ini memang sebelumnya kita rapat dengan BKPSDM, Bappeda, Bpkad. Saya lihat yang banyak (70 formasi teknis) malah dinas pertanian, pengawas. Cuman kan saya menahan dahulu pada saat rapat, karena banyak dari pertanian, kok pol PP tidak ada,” ungkapnya, Senin (24/5/2021).
Untuk mengakomodir aspirasi tersebut, pihaknya selaku Sekda menyarankan agar formasi PPPK untuk tenaga honorer Satpol PP dapat diusulkan kembali. Hal itu diminta segera diajukan kembali dan jangan ditunda-tunda.
“Mengenai aspirasi itu, besok perwakilan Satpol PP, BKPSDM, menghadap lah ke pak Walikota (Syafurdin). Nanti pak wali membuat surat ke Kemenpan-RB. Jadi nanti saat konsultasi ke Pusat, barengin juga ada perwakilan dari Satpol PP supaya tidak ada fitnah,” terangnya.
“Saya inginnya secepatnya diusulkan kembali, jangan ditunda-tunda,” ucapnya.
Disinggung apakah nanti saat diusulkan kembali bisa merubah jumlah formasi yang telah ditetapkan, Nanang enggan berandai-andai. Prinsipnya, Pemkot berusaha sekuat tenaga agar aspirasi yang disampaikan dapat terakomodir.
“Kita tidak bisa berandai-andai dahulu lah. Artinya kita usaha sekuat tenaga. Intinya, aspirasi itu disampaikan ke pusat kita tunggu nanti dari pusat,” pungkasnya. (Ronald/Red)

