Suasana Pasar Rakyat Walantaka, Kota Serang terlihat tidak terurus, Rabu, (5/8/2020). Foto Fathulrizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pasar Rakyat di Kecamatan Walantaka saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Pasar yang baru setahun diresmikan oleh Walikota Serang Syafurudin ini tampak kosong. Pasalnya, para pedagang ogah menempati pasar lantaran sepi pembeli.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, pasar yang dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 2,25 miliar terlihat kotor dan tak terawat. Atap plafon di lapak juga mulai terlihat kusam. Bahkan, nampak tanaman liar hampir menutupi pasar tersebut.

Salah satu pedagang di Pasar Rakyat Walantaka) Dika mengaku, kosongnya lapak pasar lantaran pedagang ogah berjualan karena sepi pembeli.

“Semenjak diresmikam setahun lalu, pedagang udah enggak mau menempati lapak di sana (pasar). Dulu sih Pemkot Serang mau buat event untuk menarik pembeli berbelanja di sini. Tapi sampai tahun ini enggak ada kegiatan apapun,” kata Dika kepada Selatsunda.com di lokasi, Rabu (5/8/2020).

Sejak awal diresmikan, kata dia, pedagang memang ada yang berjualan. Namun lantaran sepi, pedagang malah angkat kaki dan kembali berjualan di pinggir jalan.

“Dulu sih ada 11 pedagang yang menempati kios tersebut. Mereka (11 pedagang,red) justru kembali berjulan di pinggir jalan lagi,” ujarnya.

Senada dengan Dika, pedagang lainnya, Safrudin mengatakan hal yang sama. Semenjak diresmikan, dari pihak pengelola maupun dari dinas terkait tidak ada sosialisasi dan ajakan agar pedagang menempati kios di pasar.

“Ajakan dari lurah dan pihak pengelola pasar enggak pernah ke kami (pedagang). Mungkin ada aturan sendiri terkait siapa saja yang boleh menempati kios di sini,” ujarnya.

Ia berharap, Pemkot Serang bisa lebih serius mengelola pasar dan kembali mengajak pedagang berjualan di pasar. Karena pembangunan pasar menggunakan anggaran yang cukup besar.

“Lebih serius aja sih untuk Pemkot Serang. Kan anggaranya besar banget. Sayang aja kalau tidak dibangun,” kata Safrudin.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop UKM Kota Serang, Yoyo Wicahyono masih belum dapat dikonfirmasi terkait kondisi pasar  (SSC-03/Red)