Walikota Cilegon, Helldy Agustian menyerahkan dokumen KUA/PPAS 2021 kepada Ketua DPRD Cilegon, Isro Miraj saat rapat paripurna, Rabu (8/9/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon menyerahkan Rancangan KUA/PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2021 kepada DPRD Kota Cilegon. Dokumen diserahkan oleh Walikota Cilegon, Helldy Agustian kepada Ketua DPRD, Isro Miraj saat rapat paripurna di Gedung DRPD Cilegon, Rabu (8/9/2021).

Walikota Helldy dalam sambutannya sebelum penyerahan mengungkapkan, dokumen KUA/PPAS 2021 disusun dengan melihat berbagai dinamika yang terjadi sepanjang 2021. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pandemi Covid-19.

Dalam mempercepat penanganan pandemi serta seiring kebijakan pusat, Pemkot Cilegon melakukan perubahan pergeseran dana transfer yang bersumber dari DAU dan DID.

“Baik untuk percepatan cakupan vaksin, tracing and testing, bantuan dan support mental bagi pasien isoman, hinga pembentukan forum rw untuk pemantauan covid dan lain-lain,” ucap Helldy.

Baca juga  Kota Cilegon Kerap Banjir, Ternyata Ini Penyebabnya!

Ia menyatakan, dalam segala keterbatasan akibat dampak dari pandemi covid-19 yang masih melanda, Pemkot Cilegon terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan target pendapatan asli daerah (PAD). Upaya itu, kata Helldy, dilakukan dengan gencar melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi.

Pemkot dalam arah kebijakan pencapaian target PAD juga melakukan upaya meningkatkan pemungutan pajak/retribusi daerah dan kebijakan lainnya.

Pemkot, lanjut Helldy, dalam perubahan KUA/PPAS 2021 berkonsentrasi pada pengurangan anggaran dan atau output kegiatan. Satu diantaranya pengurangan anggaran dilakukan pada kegiatan kontruksi.

“Kegiatan yang bersifat konstruksi yang dipastikan tidak dapat terlaksana dengan pertimbangan keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan,” terangnya.

Dalam mendukung seluruh arah kebijakan tersebut Helldy merinci postur KUA/PPAS 2021 pada sektor pendapatan daerah semula ditargetkan sebesar Rp 1,764 triliun bertambah menjadi Rp 1,815 triliun.
Untuk postur belanja daerah semula dianggarkan sebesar Rp 2,15 triliun bertambah menjadi 2,151 triliun.

Baca juga  Miris ! 7 KK di Cilegon Tinggal di Gubuk Beralas Triplek dan Tak Punya MCK

“Arah belanja tersebut di fokuskan untuk mencapai target-target indikator makro dan juga percepatan pemulihan akibat covid 19 serta belanja prioritas daerah,” ujarnya.

Untuk sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) ditetapkan Rp 340,226 miliar dari tahun sebelumnya Rp 253,681 miliar.

Kemudian defisit anggaran ditetapkan Rp 340 miliar. Defisit ditutup dengan pos penerimaan lewat penyertaan modal Rp 3,6 miliar. (Ronald/Red)