Ketua Banggar DPRD Kota Cilegon Subhi diwawancara di DPRD Cilegon, Senin (14/9/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon akan mengevaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku pengguna anggaran. Evaluasi ini dikarenakan, penyerapan anggaran recofusing penanganan Covid-19 baru terserap 10-25 persen atau sebesar Rp 15-20 miliar dari total anggaran yang tersedia sebesar Rp 74 miliar.

Ketua Banggar DPRD Kota Cilegon Subhi meminta agar Pemkot Cilegon segera mempercepat penyerapan anggaran  recofusing untuk membantu warga Cilegon yang terdampak covid-19 (virus corona).

“Beberapa hari lalu, kita (DPRD Cilegon) telah menggelar paripurna terkait APBD P Kota Cilegon 2020. Dalam paripurna tersebut, juga membahas anggaran recofusing untuk penanganan covid-19 (virus corona). Semestinya, anggaran yang ada ini cepat digunakan oleh pemerintah untuk jaring pengaman sosial dan penguatan ekonomi di Kota Cilegon,” kata Subhi kepada Selatsunda.com ditemui di DPRD Kota Cilegon,” Senin (14/9/2020).

Masih kata Subhi, Banggar akan melakukan evaluasi kepada para OPD apabila penyerapan anggaran tersebut jika tidak dapat digunakan oleh OPD terkait. Menurutnya, selama ini OPD seperti terlalu berhati-hati lebih mempertimbangkan sisi hukum dalam penyerapan anggaran.

“Kekhawatiran mereka (OPD) selama ini kan takut salah sasaran dan jadi perhatian Kejari maupun polisi, semestinya kalau mereka mengikuti aturan gak akan mungkin ada rasa ketakutan tersebut. Saya kira OPD kita paham aturan. Dan semestinya sebelum mereka menggunakan anggaran tersebut, mereka konsultasikan dulu ke Polres atau ke Kejari. Apabila sudah mereka konsultasikan tidak mungkin mereka takut menggunakan anggaran tersebut,” pungkas Subhi. (Ully/Red)