Ketua IDI Kota Cilegon dr.Lendy Delyanto diwawancarai usai rapat Covid-19 di Pemkot Cilegon, Rabu (3/3/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Hampir 12 bulan pademi Covid-19 berlangsung. Dalam kurun waktu satu tahun sebanyak 81 tenaga medis di Kota Cilegon dilaporkan telah terpapar virus corona.

Ketua IDI Kota Cilegon dr.Lendy Delyanto  mengatakan, tenaga medis yang terkonfirmasi Covid-19 terhitung sejak Maret-Desember 2020 sebanyak 50 tim medis. Sementara pada Januari-Febuari 2021 ada sebanyak 31 dokter terkonfirmasi Covid-19.

“Dari total yang terkofirmasi covid-19 ini, belum ditemukan dokter yang meninggal dunia akibat corona. Tapi kemungkinan kalau tahun ini angka tersebut akan mengalami peningkatan jumlah tim kesehatan yang terkonfrimasi covid-19,” kata Lendy kepada awak media ditemui usai rapat di Pemkot Cilegon,” Rabu (3/3/2021).

Ia menyatakan, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. Karena para tenaga medis yang kini berada di garis belakang penanganan pandemi berpotensi besar terpapar.

Baca juga  Moncer di Pileg 2019, PAN Siapkan Kader di Pilkada Cilegon 2024

“Tenaga medis kami berpotensi kewalahan menghadapi ribuan kasus baru yang terus muncul setiap harinya,” tuturnya.

Ia menambahkan, di tengah penambahan kasus Covid-19 yang kian masif, ada dua hal penting yang harus disiapkan dalam waktu dekat.

Pertama, kapasitas pelayanan kesehatan yang perlu ditambah. Keterbatasan kapasitas ruangan perawatan, menurut dia, berpotensi menyebabkan layanan perawatan kepada pasien Covid-19 tidak maksimal.

Selain itu, membludaknya jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga dapat berakibat buruk terhadap kondisi tenaga medis. Pasalnya, mereka akan kewalahan dan mudah tertular virus corona.

“Ini tidak hanya berdampak pada pasien dan dokter, tapi juga tenaga kesehatan secara umum, bahkan termasuk teman-teman yang membersihkan peralatan kesehatan di ruangan itu,” pungkasnya. (Ully/Red)