20.1 C
New York
Selasa, April 21, 2026
BerandaPemerintahanSetelah TPSA Bagendung, Cilegon Akan Bangun Pengolahan Sampah BBJP di Tiap Kecamatan

Setelah TPSA Bagendung, Cilegon Akan Bangun Pengolahan Sampah BBJP di Tiap Kecamatan

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon telah menjalin kerja sama dengan PT. PLN Persero membangun Pabrik Pengelolaan Sampah Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung Cilegon. Wadah pengolahan daur ulang sampah menjadi bahan bakar pendamping batu bara atau co-firing itu saat ini tidak hanya dibangun di TPSA di Kelurahan Bagendung saja. Namun rencananya, Pemerintah Kota Cilegon akan melakukan hal yang sama di setiap kecamatan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Aziz Setia Ade mengatakan, jika sebelumnya Pemkot membangun Pabrik BBJP TPSA Bagendung dengan Indonesia Power (IP) Unit 1-7 Suralaya. Saat ini, pengelolahan sampah BBJP akan menyasar ke 8 kecamatan di Cilegon. Satu diantaranya yang telah dijalin saat ini dengan IP Unit 8 di Kecamatan Pulomerak.

“Kan BBJP (TPSA Bagendung) yang sudah berjalan dengan IP Unit 1-7, sekarang kita punya rencana di kecamatan-kecamatan. Dari 8 kecamatan, itu baru di Lebak Gede dengan IP Unit 8 dan sekarang baru berjalan beberapa bulan lah,” ujar Aziz, Kamis (12/1/2023).

“Jadi rencananya bukan di Pulomerak saja tetapi di kecamatan lain juga,” ucapnya.

Aziz mengungkapkan, wadah BBJP di setiap kecamatan bentuknya seperti bank sampah di mana masyarakat akan mengolah sendiri. Itu artinya dengan melibatkan masyarakat, selain masalah sampah tertangani, efeknya lapangan pekerjaan menjadi terbuka.

“Itu yang mengelola masyarakat, efeknya membuka lowongan kerja bagi yang ingin mengelola sampah. Jadi kita mendorong masyarakat dapat dilibatkan dalam hal pengolahan persampahan,” tuturnya.

Pengolahan sampah dengan memanfaatkan sampah menjadi BBJP, peluangnya begitu besar. Jika dihitung, kata Aziz, kebutuhan untuk memasok BBJP di IP sendiri 2 ribu ton sehari. Sementara jika volume sampah di Cilegon diolah menjadi BBJP diestimasi baru 100 ton sehari.

“Jadi kalau misalnya sampah di Cilegon 300 ton sehari, baru menghasilkan 100 ton BBJP. Sepertiga dari BBJP-nya,” ujarnya.

Dengan melihat peluang tersebut, kata Aziz, Pemkot fokus mengolah sampah menjadi energi. Pihaknya ke depan akan menjalin kerja sama dengan dibantu Pemerintah Pusat. Disisi lain, untuk mendongkrak retribusi sampah, Pemkot juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Serang dan industri.

“Jadi kalau nanti dari bantuan Kemen PUPR, 2024 beroperasi, itu 200 ton minimal sehari. Ditambah yang dari PLN 30 ton. Belum lagi yang di kecamatan, (BBJP) bisa terpenuhi. Makanya nanti kita konsepnya adalah gimananya sampah di hulu selesai dan hilirnya di Bagendung, selesai dengan Kabupaten,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen