Foto Ilustrasi Covid-19 (Sumber : Selatsunda.com)

SERANG, SSC – Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 38 Tahun 2020 tentang penggunaan wajib pakai masker di tempat umum akan diterapkan pekan depan. Saat ini Pergub mulai gencar disosialisasikan ke masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy usai acara di Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Selasa (25/8/2020).

Ia mengatakan, Pergub ini bukan bentuk hukuman bagi masyarakat yang enggan menggunakan masker. Tetapi pihaknya menginginkan masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan mengingat kasus covid-19 di Banten masih ada.

“Kondisi peraturan ini bukan untuk menghukum tetapi memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait penerapan protokol kesehatan demi memutus mata rantai covid-19 di tempat umum,” kata Andika Hazrumy kepada awak media.

Tidak hanya di tempat umum, lanjut Andika, penggunaan masker diwajibkan pula di instansi pemerintahan. Pejabat negara diharapkan memberikan contoh bagi masyarakat tentang penggunaan masker.

Baca juga  Penjabat Sekda Nanang Yakin Pendistribusian Vaksin Covid-19 di Serang Aman

“ASN harus menjadi contoh yang baik kepada masyarakat, seluruh jajaran ASN provinsi dan kota atau kabupaten,” tambahnya.

Pihaknya menekankan kepada kota/kabupaten untuk cepat menyelesaikan draft peraturan walikota/bupati. Sebab harus ada keseragaman antara provinsi sengan pemerintah kota atau kabupaten.

“Sosialisasi harus diberikan dari jajaran pemerintah daerah, pemerintah kota atau kabupaten, desa, hingga RT dan RW,” sambungnya.

Diketahui Pemprov dengan menentukan besaran denda mengikuti Inpres Nomor 6 tahun 2020 akan disanksi sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

“Kami memilih angka nominal yaitu Rp. 100 ribu, kami tidak ingin masyarakat terbebani dengan denda yang akan diberikan,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan Pemerintah Kota Serang sudah menyelesaikan Peraturan Walikota (Perwal) tentang wajib menggunakan masker. Draft tersebut sudah di tandatangani dan saat ini tengah ditangani Sekretaris Daerah.

Baca juga  Dinas Sosial Kota Serang Kebingungan Tangani Orang Gila

“Kami sudah punya Perwal, sudah kami tandatangani pula. Tinggal nanti disesuaikan dengan Pergub yang ada saja,” katanya.

Meskipun dalam Perwal nanti ada sanksi berupa denda uang sebesar Rp. 100 ribu, Ia berharap dalam penerapannya petugas mengedepankan teguran sebelum menarik denda. Selain itu, Ia menginstruksikan kepada pertugas untuk masif mensosialisasikan Perwal wajib pakai masker nanti.

“Kalau pun telah banyak teguran-teguran dilakukan, namun tidak mau mengikuti juga, baru nanti yang terkhir denda disangsikan,” pungkasnya. (SSC-03/Red)