CILEGON, SSC – Nama Helldy Agustian sudah tidak asing lagi di mata masyarakat Kota Cilegon. Dari beberapa kali elit Berkarya melakukan kunjungan politik ke kota baja, sosok Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Banten ini kerap disebut-sebut bahkan sudah direstui untuk maju sebagai Calon Walikota Cilegon periode 2020-2025. Namun dibalik nama besarnya, Partai besutan Tommy Soeharto ini sudah mulai memikirkan siapa yang nanti akan mendampingi Kepala Cabang Tunas Toyota Cilegon ini.
Dalam wawancara singkat dengan awak media di kantornya, Helldy tidak menepis jika sudah mulai menyiapkan kandidat calon wakil walikota yang akan disandingkan dengan dirinya ketika akan maju sebagai pasangan kepala daerah di Pilkada Cilegon 2020 nanti. Kandidat itu, kata dia, lebih condong pada sosok yang memiliki latar belakang seorang politikus.
“Menurut saya untuk saat ini namanya (partai politik) sama-sama berjuang untuk melakukan perubahan. Feeling saya, kemauan dari beberapa partai sama-sama. Artinya (calon wakil walikota) sama-sama orang partai,” ujar Helldy didampingi Sekretaris DPW Berkarya Banten, Alfauzi Salam, Senin (23/8/2019).
Helldy berpandangan, dipilihnya sosok pendamping politikus sudah barang tentu berkaitan dengan kekuatan politik yang saat ini ada di parlemen Cilegon. Karena untuk memenuhi pencalonan kepala daerah yang diusung minimal harus memenuhi 20 persen kursi anggota di DPRD Cilegon.
“Untuk menyusun sebuah kekuatan saat ini, karena kita berkaca partai kita tidak cukup, kita berkolaborasi dengan partai lain. Kecenderungannya (masukan kandidat calon wakil walikota) dengan teman-teman (Partai Berkarya) dari orang politik,” paparnya.
Ketika disinggung siapa sosok yang nanti akan mendampingi, Helldy masih enggan menyebutkannya. Namun, nama beberapa kandidat calon wakil walikota sudah ditampung dan menjadi masukan partainya.
Saat ini pula, kata Helldy, pihaknya ataupun parpol lain telah saling melakukan lobi politik membahas calon C2. Penjajakan masih terus dilakukan sesama parpol.
“Ada lah. Cuman kita belum bisa lah,” tandasnya.
“Penjajakan setiap partai sudah. Cuman kan, pertama, semua kan arahnya menuju kebersamaan. Kedua, itu juga musti ada tahapan. Namanya partai kan tidak ditentukan oleh daerahnya masing-masing,” sambung dia.
Sejauh ini, Berkarya Cilegon masih fokus untuk melobi parpol memenuhi jumlah minimal kursi anggota DPRD pada pencalonan kepala daerah. Bagi Berkarya, pendamping yang bukan datang dari politisi masih juga tetap terbuka lebar. Calon baik dari kalangan tokoh masyarakat, birokrasi, pengusaha ataupun lainnya masih ditampung pihaknya.
“Itu (kandidat lain) dinamis. Sampai seberapa banyak kita mengumpulkan dulu (pemenuhan kursi). Misalnya (calon wakil walikota) ada (dari) pengusaha, punya popularitas dan elektabilitas bagus, terus kemudian dia dicalonkan dari partai lain. Kan itu bisa saja, kenapa tidak mungkin. Kemudian, birokrasi kan bisa saja di dukung oleh partai lain yang tidak ada tokohnya. Itu kan bisa juga. Yang terpenting kita kumpulkan kursi terlebih dahulu,” terangnya. (Ronald/Red)

