Salah seorang sopir kendaraan logistik bercerita menjadi korban penipuan surat rapid test antigen palsu saat di Mapolsek KP Merak, Kota Cilegon, Senin (19/7/2021). Foto Ronald/Selatsunda com

CILEGON, SSC – Apes nasib sopir pikap logistik, Mulyadi menjadi korban penipuan Surat Keterangan Negatif Rapid Test Antigen saat hendak menyeberang di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. Sopir asal Subang, Jawa Barat hendak ke Lampung ini diduga menjadi korban penipuan oleh oknum pengurus kendaraan karena diiiming-imingi bisa menyeberang dengan surat RT Antigen yang disediakan.

Usut demi usut ternyata, surat negatif RT antigrn yang didapatnya adalah bodong alias palsu. Hal ini diutarakan Mulyadi di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon setelah ditolak masuk di pintu pelabuhan dimasa pemberlakuan PPKM Darurat.

Ia mengaku, kejadian itu terjadi pada Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 WIB saat masuk ke pelabuhan. Dia sebelum masuk pelabuhan disuruh oleh pengurus kendaraan untuk membeli surat negatif RT Antigen jika ingin menyeberang. Hal itu pun kemudian diikutinya.

Baca juga  Wali Murid SDN di Cilegon Keluhkan Pembelian Buku Paket Ditengah Pandemi

Saat mendapatkan surat bebas Covid-19 itu, Mulyadi mengaku harus merogoh kocek Rp 100 ribu.

“Jadi semuanya Rp 520 ribu. Tiketnya Rp 420 ribu, surat rapid test-nya Rp 100 ribu,” terang dia.

Mulyadi mengira, bermodal surat bebas Covid-19 tersebut bisa menyeberang di Pelabuhan Merak. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Ia saat diperiksa petugas mengaku surat tersebut didapat dari pengurus kendaraan.

“Rekan-rekan yang lain mah bisa nyeberang, pas giliran saya nggak bisa. Dari pada mempersulit diri sendiri, saya omongin saja apa adanya ke petugas kalau dapat surat dari pengurus kendaraan,” terang dia. (Ronald/Red)