Kendaraan menuju Pelabuhan Merak, Kota Cilegon mengantre di Flyover Cikuasa Atas, Senin (19/7/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Ratusan kendaraan penumpang yang menuju Pelabuhan Merak, Kota Cilegon mengalami kemacetan hingga keluar pelabuhan, Senin (19/7/2021). Informasinya, kendaraan terjebak macet karena aparat melakukan penyekatan di pintu masuk pelabuhan terkait pemberlakuan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pembatasan Aktivitas Masyarakat Selama Liburan Idul Adha 1442 Hijriah Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Selatsunda.com, kendaraan macet hingga keluar pelabuhan terjadi sejak pukul 02.30 WIB. Sempat terjadi adu argumen antara petugas dan penumpang saat penumpang berusaha masuk pelabuhan. Namun hal itu bisa diurai petugas.

Hingga pukul 09.00 WIB, kendaraan baik kendaraan pribadi, travel bus dan kendaraan truk tampak masih mengalami kemacetan hingga flyover Jalan Cikuasa Atas.

Kendaraan menuju Pelabuhan Merak mengantre di Flyover tepat di Jalan Raya Cikuasa Atas

Wakapolres, Kompol Mirodin mengatakan, penyekatan tersebut dilakukan berdasarkan
SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021. Penyekatan diberlakukan sejak tanggal 18-25 Juli 2021.

Baca juga  KONI Cilegon Ungkap 8 Cabor Binaannya Terindikasi Berkegiatan Fiktif

Mirodin menyatakan, penumpang penyeberangan berdasarkan aturan tersebut untuk sementara dibatasi. Kata dia, bagi penumpang yang diperbolehkan menyeberang hanya yang mempunyai kepentingan aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal.

Penumpang yang menyeberang juga hanya dibolehkan untuk kepentingan mendesak. Seperti pasien dalam kondisi sakit keras, ibu hamil, pelaku perjalanan kepentingan persalinan dan pengantar jenazah.

“Diputar balik karena sesuai SE 15 Tahun 2021, pemberlakukan pembatasan satgas Covid-19 berlaku tanggal 18 sampai 25 Juli. Yang hanya dikecualikan sesuai aturan, karena sakit, karena mau melahirkan dan karena perjalanan dinas. Perjalanan dinas yang esensial dan kritikal. Sekali lagi kami mohon maaf, kita putar balik,” ujarnya saat di Mapolsek KP Merak.

Mirodin tak menampik massa penumpang sempat adu argumen dan berusaha masuk saat di pintu masuk pelabuhan. Namun hal itu dapat diredam setelah aparat memberikan pemahaman dan pengertian terkait aturan.

Baca juga  KONI Cilegon Ungkap 8 Cabor Binaannya Terindikasi Berkegiatan Fiktif

“Itu sudah biasa. Tetap kita beri pengertian, bahwa sudah berlaku SE Nomor 15 Tahun 2021 ini, kita himbau untuk yang tidak berkepentingan, di putar balik,” terangnya.

Sementara, salah satu penumpang travel, Pardi mengaku tidak bisa menyeberang di Pelabuhan Merak karena terjaring penyekatan oleh aparat. Penumpang asal Jakarta Barat ini hendak ke Lampung karena mertuanya meninggal dunia. Ia menyatakan, meski telah menunjukan Surat Keterangan Negatif Rapid Test Antigen namun tetap saja tidak bisa menyeberang.

“Saya nggak tahu disuruh putar balik, saya naik travel. Padahal saya bawa Surat rapid test antigen mau melayat mertua saya yang meninggal,” ungkapnya.  (Ronald/Red)