SERANG, SSC – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang terus menyerap aspirasi orangtua/wali murid yang anaknya kesulitan belajar ditengah pandemi Covid-19. Selain keinginan untuk kembali dibuka sekolah tatap muka, salah satu persoalan yang muncul saat ini terkait pembelajaran daring dirumah yang selama ini dilaksanakan belum berjalan efektif.
Kadis Dindikbud Kota Serang, Wasis Dewanto mengatakan, pihaknya dengan mengalisa permasalahan tersebut telah merancang program yang dinamai klinik belajar. Klinik disebut sebagai wadah menampung siswa yang selama daring di rumah mengalami kesulitan belajar.
Ia menyatakan, pola pembelajaran pada klinik belajar berbeda dengan pola sekolah tatap muka yang dianjurkan Pemerintah Pusat. Perbedaanya, dari jumlah siswa yang belajar, klinik tersebut nanti hanya terdiri 5 orang dalam satu kelompok. Sementara pada sekolah tatap muka sebagaimana dianjurkan pemerintah, jumlah siswa maksimal setengah kapasitas kelas.
“Paling 5 orang yang sama kesulitannya, klinik ini tiap sekolah buat SOP masing-masing kalau izin dari pemerintah daerah keluar,” ujatnya kepada awak media terkonfirmasi, Selasa (1/12/2020).
Pada rencana pelaksanaan klinik belajar tersebut, kata Wasis, tidak seluruh siswa pada tingkatan baik SD dan SMP diakomodir. Klinik hanya diperuntukan kepada siswa SD kelas 1 dan 6, serta siswa SMP kelas 9.
“Klinik kan treatment bagi orang-orang yang memerlukan bantuan, misalnya bagi orang yang sakit maka harus berobat ke klinik untuk dibantu, begitupun dengan yang kesulitan belajar,” tandasnya.
Sejauh ini, rencana tersebut sudah diusulkan kepada Walikota Serang, Syafrudin. Saat ini masih menunggu persetujuannya.
“Inginnya Desember tapi kalau diizinkan, sekarang belum dapat kabar,” pungkasnya.
(SSC-03/Red)

