Sejumlah warga memadati Pasar Kranggot, Kota Cilegon,” Selasa (6/7/2021). Pasar tradisional tersebut tetap ramai dan padat meskipun telah diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Rencana Pemkot Cilegon mengelola Pasar Kranggot bekerjasama dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), kandas. Padahal Pemkot sudah melakukan pembahasan dengan asosiasi pengelola pasar itu hingga melakukan studi banding ke Pasar Cilamaya Baru, Kabupaten Karawang Jabar pada September lalu.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Cilegon, Syafrudin beralasan, batalnya rencana itu karena tidak sesuai dengan Sistem Bangun Guna Serah atau Build Operate and Transfer (BOT) yang akan dikerjasamakan.

“Karena kondisi ini, akhirnya kita membatalkan sistem bangun guna serah yang rencananya dikelola oleh Asparindo,” kata Syafrudin dikonfirmasi, Minggu (7/11/2021).

Mantan Staf Ahli Walikota ini menjelaskan, agar pengelolaan Pasar Kranggot sesuai sistem BOT, pihaknya akan membuka kerja sama dengan pihak swasta/investor. Kerja sama pengelolaan itu akan dilakukan dengan cara dilelang.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

“Jadi setelah kami pelajari, kita (Pemkot) diizinkan untuk melaksanakan lelang kepada investor yang mau mengelola dan merapikan Pasar Kranggot. Aturan ini sesuai dengan aturan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 19 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Karena dalam aturan ini memang diperbolehkan untuk melakukan kerjasama,” ujarnya.

Kata Syafrudin, pihaknya sebelum Pasar Kranggot dikerjasamakan harus menempuh sejumlah proses. Aset Pasar Kranggot akan terlebih dahulu dihitung dengan melibatkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Serang.

Pemkot setelah aset selesai dihitung akan membentuk tim Kerjasama Pemanfaatan (KSP). Tujuannya untuk memproses lelang dan melakukan perjanjian dengan pemenang lelang.

“Jadi kalau hasil tanah dan aset keluar dari KPKNL Serang dan pihak investor/pihak swasta menyerahkan permohonan berkas kepada kami, barulah nanti saya sampaikan ke Pak Sekda Cilegon, Maman Mauludin jika lelang sudah bisa dibuka. Nanti, pak Sekda akan membuat tim KSP terdiri dari bagian aset BPKAD, Bappeda, Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan dan Asisten Daerah yang melakukan proses lelang tersebut,” bebernya.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

Ia mengklaim dengan sistem kerja sama tersebut dapat membantu pemerintah sekaligus membuka peluang investor mengelola Pasar Kranggot.

“Kami ingin dengan sistem ini Pasar Kranggot sesuai dengan visi misi walikota dan wakil walikota menjadikan pasar modern, baru dan bermartabat,” pungkasnya. (Ully/Red)