Warga yang ketahuan tidak menggunakan masker saat berada di Pasar Kelapa, Kota Cilegon disanksi sosial salah satunya dengan membaca surat yasin, Rabu (16/9/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Puluhan warga yang ada di Pasar Kelapa, Kota Cilegon dikenakan sanksi karena kedapatan tidak menggunakan masker saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sanksi sosial yang dikenakan bervariasi mulai dari membaca ayat yasin, memeluk tiang telepon, melakukan adzan hingga menghafalkan Pancasila.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, pemberian sanksi ini dilakukan oleh Polsek Cilegon saat melakukan pemeriksaan di Pasar Kelapa. Pemeriksaan tersebut dilakukan kepada pengendara roda dua hingga pengendara roda empat yang masuk ke dalam pasar. Mereka yang tidak menggunakan masker langsung diberi sanksi sosial.

Salah satu warga, Maksum (38), mengaku malu dan kapok tidak memakai masker saat ke pasar. Ia pun mengaku ikhlas dihukum membaca surat yasin karena tidak mematuhi protokol kesehatan saat PSBB.

“Benar-benar kapok. Gak lagi-lagi ke pasar kalau gak pakai masker. Malu saja dilihat sama orang banyak,” kata Maksum kepada Selatsunda.com di lokasi,” Rabu (16/9/2020).

Di tempat yang sama, Kapolsek Cilegon Kompol Jajang Mulyaman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yustisi yang serentak digelar di seluruh Indonesia untuk menyadarkan masyarakat khsususnya warga Cilegon untuk mematuhi protokol Covid-19 (virus corona).

“Kita berikan sanksi seperti ini agar mereka (pelanggar) tidak kembali melanggar protokol kesehatan. Selalu gunakan masker jika mau beraktivitas,” jelas Jajang.

Ia menjelaskan, pihaknya sebelum memberi sanksi kepada pelanggar seperti membaca surat yasin terlebih dahulu disarankan untuk berwudhu. Setelah menjalankan sanksi, para pelanggar dibuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya.

“Terlebih dahulu (pelanggar) harus berwudhu terus langsung baca Yasin,” jelasnya.
(Ully/Red)