Petugas mengecek suhu tubuh pengguna jalan saat di check poin Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. (Foto Dokumentasi)

SERANG, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang merekomendasikan 5 rumah sakit (RS) di Kota Serang menjadi rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19. Kelima RS direkomendasikan setelah mengetahui Rumah Sakit dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) dan RSUD Banten sudah tidak bisa menampung pasien Covid-19.

Hal ini diungkapkan Asisten Daerah I Anton Gunawan usai evaluasi PSBB antara
Pemkot Serang dengan Gubernur Banten, Wahidin Halim melalui video conference di Diskominfo Serang, Selasa (15/9/2020).

“Kami menyarankan lima rumah sakit rujukan untuk menampung pasien Covid-19, seperti RSUD Kota Serang, RS Budi Asih, RS Sari Asih, RS. Kencana, RS Bayangkara,” ungkapnya.

Selain rekomendasi RS dalam penanganan pasien Covid-19, kata Anton, evaluasi yang dibahas juga menyangkut penerapan PSBB di 8 titik pemeriksaan atau check point yang ada di wilayah Kota Serang.

Dalam pemeriksaan di check point, diakui pihaknya masih terdapat kekurangan yakni minimnya petugas. Maka dari itu, check point kedepan akan ditentukan jam operasionalnya. Pemeriksaan terhadap pengguna jalan akan ditingkatkan pada jam-jam sibuk. Sedangkan petugas di saat makan siang dan sholat diberikan waktu untuk istirahat.

“Ada jam yang diprioritaskan, seperti pagi atau sore hari, saat jam pergi dan pulang kerja. Sedangkan waktu yang diperkirakan tidak terlalu beresiko, mereka (para petugas check point) boleh beristirahat dulu, seperti jam makan siang dan waktu sholat,” sambungnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya menyadari masih ada kekurangan dalam penerapan PSBB. Kedepan dengan batas akhir hingga Kamis (24/9/2020), Pemkot akan terus berupaya memperbaiki.

“Secara birokrasi kami sudah sampaikan hingga tingkat kecamatan terkiat kebijakan PSBB, sebenarnya ini sudah berjalan, walau pun masih ada bias-bias di masyarakat,” pungkasnya. (SSC-03/Red)