Kondisi bangunan Matahari Lama di Jalan SA Tirtayasa, Kota Cilegon, Rabu (15/1/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sempat terbengkalai hingga bertahun-tahun, pada 2020 ini, Pemkot Cilegon melalui bidang Aset BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) Kota Cilegon dengan dibantu Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Cilegon melakukan uji kelayakan bangunan Eks Matahari Mall Cilegon atau yang kerap dikenal Matahari Lama. Uji dilakukan untuk memastikan kelayakan bangunan kembali menjadi bangunan berfungsi bisnis.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Aset BPKAD Kota Cilegon Raden Firman saat dikonfirmasi, Rabu (15/1/2020). Mengatakan, uji kelayakan bangunan ini berdasarkan keinginan Walikota Cilegon, Edi Ariadi, agar gedung tersebut bisa dipergunakan kembali.

“Jadi semua dari arahan pak walikota agar kami (bidang Aset BPKAD) untuk menguji kelayakan gedung tersebut. Karena, gedung Eks Matahari Cilegon sudah 30 tahun berdiri. Dan apabila nanti ada investor masuk dan melirik gedung tersebut, tidak ada masalah kedepannya,” kata Firman.

Ia menambahkan, jika hasil uji terhadap gedung layak dipergunakan maka otomatis masih bisa difungsikan. Namun bila sebaliknya, Pemkot Cilegon akan menhentikan sewa bangunan yang berada di gedung tersebut.

“Di atas gedung itu kan ada beberapa tower di lantai atas, nah jika hasil uji kelayakan itu menyatakan gedung gak layak otomatis sewa tower-tower tersebut tidak kita perpanjang lagi. Karena sangat berbaya apabila gedung tersebut roboh,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon, Rachmatullah menyambut baik rencana uji kelayakan pada bagunan eks Matahari Cilegon.

“Enggak ada masalah bagi kami (Komisi III) jika gedung tersebut (Eks Matahari Lama) akan diuji kelayakan. Biar tahu juga kan kekuatan dari gedung tersebut. Ketika nanti selesai diuji, barulah Pemkot Cilegon bisa menentukan berapa lama gedung itu bisa dikerjasamakan ke investor,” ujarnya.

Masih kata Rachantullah, ia berharap, Pemkot Cilegon bisa melakukan uji kelayakan gedung untuk semua barang bergerak dan tidak bergerak yang ada di Cilegon.

“Semestinya begitu lah cara kerjanya. Jangan hanya 1 gedung aja. Semua barang bergerak dan tidak bergerak pun harus diuji kelayakan. Jangan hanya minta anggaran atau penyertaan modal aja ke DPRD,” imbuhnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here