20.1 C
New York
Senin, Desember 1, 2025
BerandaEkonomiTekan NPF dan Perkuat Likuiditas, BPRS Cilegon Mandiri Proyeksikan Laba di 2026

Tekan NPF dan Perkuat Likuiditas, BPRS Cilegon Mandiri Proyeksikan Laba di 2026

-

CILEGON, SSC – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS Cilegon Mandiri) memproyeksikan kondisi keuangan pada Tahun 2026 akan jauh membaik. Perbaikan performa keuangan itu ditunjukkan dari laba yang diproyeksikan sebesar Rp 400-500 juta.

Direktur Utama BPRS Cilegon Mandiri, M. Yoka Desthuraka mengatakan, proyeksi tersebut disampaikannya pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang diselenggarakan, beberapa waktu lalu.

“Memang sat RUPS-LB Kemarin, kita diminta proyeksinya. Target saya di 2026, sudah membukukan laba walaupun sedikit. Saya mengestimasikan kurang lebih Rp 400-500 juta. Itu minimal,” ujar Yoka kepada media saat ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Senin (27/10/2025).

Saat ini, kata Yoka, keuangan BPRS Cilegon Mandiri dapat dikatakan cukup sehat atau berada pada tingkat composite 3.  Hal itu tentu masih menjadi perhatian pihaknya.

Agar BPRS Cilegon Mandiri menjadi bank sehat atau berkategori composite 1, pihaknya menargetkan peningkatan performa keuangan dan penurunan pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF).

“Untuk kondisi sekarang, kalau di BPRS itu, tingkat composite itu tiga, itu cukup sehat. Nah ini memang dalam perhatian. Jadi kalau tingkat composite 3 itu cukup sehat. Kalau 2 itu sehat, 1 sangat sehat. Kita harapannya menjadi satu,” tuturnya.

Meski memiliki harapan itu, Yoka mengaku, dalam menjaga stabilitas keuangan bank di tengah kondisi yang masih merugi bukan hal mudah.

“Karena kalau turun satu tingkat, itu menjadi perhatian khusus. Ini yang menjadi perhatian, harus kita jaga. Tidak mudah melihat neraca BPRS dengan kondisi seperti ini,”ujarnya.

Ia mengaku untuk ratio kredit macet atau NPF saat ini masih tinggi atau diatas 20 persen. Ia pun berharap, pada akhir tahun ini, ratio NPF dapat menunjukan angka yang baik atau dengan kata lain pembayaran kredit debitur berjalan lancar.

“NPF sendiri sangat tinggi di atas kisaran 20 persenan. Saya tidak mau presisi nilainya, karena NPF ini fluktuatif. Mudah-mudahan akhir bulan ini tekan bulan ini bisa turun,” terang Yoka.

Dalam penanganan masalah tersebut, kata Yoka, nantinya nasabah yang bermasalah akan diberikan pembinaan.

“Karena di syariah tidak kenal kredit, tetapi pembiayaan. Memang ini sifatnya pembinaan, nasabah yang terjadi kesalahan ataupun gangguan di bisnisnya itu kita bina lagi,” ucapnya.

Ia menargetkan perbaikan kinerja keuangan dilakukan pada tahun 2026. Tahun depan, pihaknya fokus menurunkan angka pembiayaan bermasalah.

“Tetapi target pribadi saya, tahun pertama itu harus mulai perbaikan. Termasuk menekan NPF. Itu wajib. Karena 2025 ini, kita bisa dibilang kita masih bertahan. Memang yang paling cepat dipulihkan funding. Kalau funding ini tidak seperti pembiayaan, karena pembiayaan butuh analisa,” ucapnya.

Yoka menilai bahwa kepercayaan masyarakat menjadi kunci memperbaiki likuiditas bank. Apabila masyarakat percaya, stakeholder percaya, maka, sebagian besar mereka akan menyimpan dana di BPRSCM.

“Ini yang paling penting, itu yang kita kedepankan. Koreksi itu. Supaya likuiditas bagus, cash ratio-nya baik, nah itu yang paling penting,” tutur Yoka.

Yoka menjelaskan, sebagai langkah awal, BPRSCM berupaya memperkuat pendanaan serta memanfaatkan captive market internal untuk mendorong pembiayaan yang lebih stabil.

Ia sangat bersyukur Pemkot sangat mendukung yang dilakukan pihaknya. Salah satunya yang saat ini berjalan mendorong agar RT dan RW untuk menjadi nasabah BPRS Cilegon Mandiri.

“Alhamdulillah pemkot sangat mendukung. Yang awal mula ini kita pergerakan pada RT dan RW, menjadi nasabah BPRS CM.Jadi Pak Walikota menghimbau kepada seluruh jajaran RT dan RW untuk masuk BPRS. Alahdulillah, saat ini proggres sudah berjalan,”pungkasnya. (Ronald/Red)

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.
- Advertisment -DEWAN 2