20.1 C
New York
Minggu, Mei 10, 2026
Beranda Pemerintahan Pemkot Cilegon Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Nataru 2026

Pemkot Cilegon Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Nataru 2026

0
1304
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Andriyanti diwawancara, Jumat (28/11/2025). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon memastikan ketersediaan stok pangan aman dan terkendali jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Andriyanti mengatakan, stok pangan sampai akhir tahun nanti masih tergolong aman.

“Menurut data hari ini komoditas pangan di Kota Cilegon, semua masih ada stoknya, terpantau aman sampai nanti akhir tahun,” ujar Andriyanti, Jumat (28/11/2025).

Meski stok aman, kata Andiyanti, harga-harga sembako dan komoditas pangan, terdapat pergerakan naik dan juga turun.

Seperti cabai merah keriting, pada beberapa waktu lalu mengalami kenaikan. Harga kemudian turun dan Hari ini mengalami kenaikan namun tidak signifikan.

Kemudian harga telur ayam, kata dia, saat ini harganya mengalami penurunan dibanding pekan lalu. Jika pekan lalu harga telur ayam per kilogramnya Rp 30 ribu, pekan ini menjadi Rp 29 ribu.

Kemudian minyak goreng juga relatif stabil seperti minyak goreng curah. Namun minyak goreng, minyakita cenderung naik.

“Minyak goreng, Minyakita ini yang memang harusnya Rp 15.700 sempat minggu lalu Ro 18 ribu, minggu ini sudah turun kembali di Rp 16 ribu. Memang minyak kita agak tinggi dari HET Rp 15.500, di pasaran kita temukan Rp 16.500,” ucapnya.

“Ini juga akan kami telusuri, apakah pasokan berkurang atau seperti apa. Nanti akan kita tanyakan ke pemasoknya dan di pasar mendapatkannya dari mana,” sambungnya.

Ia menyatakan, kenaikan harga minyakita kemungkinan terjadi karena pemintaan lebih besar dari stok yang ada.

“Selama ini yang kita ketahui, di Pasar Kranggot, rata-rata dari agen dari tangeranT. Sedangkan untuk dari Bulog itu ada, pengiriman dari Bulog itu, untuk Pasar Blok F, 150 kardus perminggu dan Pasar Kranggot 150 kardus perminggu. Itu tidak mencukupi, jadi banyak dari luar juga,” ucapnya.

Ia menyatakan, beberapa bahan pokok atau komoditas pangan mengalami kenaikan kemungkinan permintaan jelang Nataru tinggi dan juga dipengaruhi oleh faktor cuaca.

“Memang kebiasaan menjelang Nataru, faktor cuaca juga mungkin. Seperti telur, itu dari Jawa. Dari Jawa itu kurang supply-nya, sekarang datang dari Sumatera. Dan faktor cuaca juga, iklim, makanya harga telur agak naik, tetapi tidak naik signifikan, naiknya cuman Rp 1.000,” terangnya.

Meskipun ketersediaan pangan tergolong stabil, namun pihaknya akan turun kembali mengecek komoditas ke pasar. Itu dilakukan untuk memastikan stok terkendali.

“Kita ada rencana dari tim TPID, kita mengecek kesiapan. Walaupun data yang kami terima, stok untuk komoditas di Kota Cilegon aman,” pungkasnya. (Ronald/Red)