Tempat isolasi mandiri covid-19 milik Kota Cilegon,” Kamis (9/9/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kasus Covid-19 di Kota Cilegon mulai mengalami penurunan. Penurunan itu terlihat dari angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Trans Hotel dan Mes Isolasi milik PT KIEC kosong dari pasien Covid-19.

Penanggung jawab Wisma Covid-19 Trans Hotel dan Mes Isolasi PT KIEC, Gunawan mengatakan, sejak dua hari lalu, tidak ada pasien yang di rawat di dua tempat isolasi Pemkot Cilegon.

“Alhamdullilah sudah tidak ada pasien yang di rawat. Mungkin kasus trendnya
sudah membaik dan angka aktif harian pun turun,” kata Gunawan kepada Selatsunda.com,” Kamis (9/9/2021).

Meski tidak ada pasien isolasi Covid-19 yang dirawat, tempat dan kamar tidur tetap disiagakan jika sewaktu-waktu ada pasien yang masuk.

Baca juga  Realisasikan Bunkering, Krakatau International Port Lengkapi Pelayanan Kapal di Selat Sunda

“Meskipun semua bed kosong dari pasien covid-19, kami tetap berjaga khawatir pas sekolah tatap muka anak terjadi lonjakan kasus covid-19. Begitu juga, apabila Trans Hotel dan Mes milik KS juga tak digunakan, otomatis tim medis akan kembali menjalankan tugasnya di rumah sakit kembali,” jelasnya.

Masih kata Gunawan, jika dilihat dari masa kontrak antara Pemkot Cilegon dengan Trans Hotel akan berakhir pada akhir September 2021 ini. Meski masa kontrak akan berakhir di September, ia masih menunggu keputusan dari Walikota Cilegon, Helldy Agustian.

“Meskipun masa kontrak Trans Hotel habis akhir bulan ini, prinsipnya kami menunggu keputusan dari kepala daerah seperti apa,” pungkasnya.

Baca juga  Begini Tanggapan Walikota Helldy Komentari Pernyataan Iman Ariyadi

Perlu diketahui, berdasarkan peta sebaran covid-19 Kota Cilegon pada, Rabu (8/9/2021) pada pukul 16.00 WIB,  jumlah pasien selesai isolasi pasien laki-laki sebanyak 444 dan pasien perempuan sebanyak 329. Ketersediaan bed di Trans Hotel 41 kamar Mes milik PT KIEC sebanyak 24 kamar. Pasien rujukan pasien laki-laki sebanyak 30 orang dan pasien perempuan sebanyak 18 orang. (Ully/Red)