Kadinkes Kota Serang, M Iqbal diwawancarai. (Foto Dokumentasi)

SERANG, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang masih bernegosiasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Serang terkait lokasi yang akan dijadikan tempat untuk isolasi pasien Covid-19 asal Kota Serang.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), M Ikbal mengatakan, awalnya opsi yang akan dijadikan lokasi untuk menampung pasien Covid-19 adalah Wisma PKPRI. Namun ditengah jalan opsi yang telah dikoordinasikan dengan PHRI Serang itu kandas karena terdapat tekanan.

“Memang kami telah mengundang beberapa hotel dan PHRI, ada presepsi yang harus di luruskan, dari awal sudah bagus dari PKPRI sudah siap jadi tempat, tapi setelah ada tekanan dari luar akhirnya pihak PKPRI ada keragu-raguan,” ujar Kadinkes M. Ikbal kepada awak media, disalah satu hotel di Kota Serang, Selasa (13/10/2020).

Baca juga  Pemkot Cilegon Cicil Rp 30 Miliar Beli Lahan Milik PT KS

Ikbal menyebut, tidak disepakartinya itu didasari adanya persepsi masyarakat jika hotel yang dijadikan tempat pasien Covid-19 akan rentan penyeberan. Begitu juga ada kekhawatiran dari PHRI jika jumlah pengunjung di wisma tersebut berkurang. Hingga saat ini, Dinkes masih bernegosiasi dengan PHRI tentang itu.

“Iya, kita masih nego, karena dipersepsikan dari pihak PKPRI itu kalau gedung itu digunakan untuk isolasi nantinya tidak laku,” papar Ikbal.

Adapun, jika PHRI tidak bersedia dijadikan tempat isolasi maka pemkot akan kembali pada opsi pertama yakni menggunakan rusunawa yang berada di daerah Kasemen.

“Setelah nanti andaikata ini belum bisa, ya mungkin alternatifnya saya akan kembali lagi menggunakan opsi pertama,” pungkasnya. (SSC-03/Red)