Salah satu mal di Cilegon tampak tutup saat penerapan PPKM Level 4,Kamis (12/8/2021). Foto Florida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kebijakan Pemerintah Kota Cilegon menerapkan PPKM Level 4 berdampak bisnis pusat perbelanjaan di Cilegon terkapar. Pasalnya sejak merebak pandemi Covid-19 dan hingga saat ini PPKM Darurat diperpanjang dengan mengeluarkan kebijakan menutup mal sementara membuat tenant mulai bertumbangan. Hal ini seperti yang dialami tenant di Cilegon Center Mall (CCM).

CEO Yestar Karya Utama, Mulyono Hartono mengaku, kebijakan PPKM Level 4 dengan menutup sementara mal sangat berdampak besar. Saat ini dalam kondisi pandemi, tenant di CCM sudah tidak lagi mampu membayar berbagai biaya operasional.

“Hampir 1,5 tahun lebih kondisi ini terjadi. 1,5 tahun juga banyak tenan kami banyak yang tumbang/gulung tikar. Meski pemerintah hanya mengizinkan tempat makan buka dengan sistem take a way, tapi semua ini tidak bisa dilakukan oleh sejumlah tenan kami,” kata Mulyono Hartono saat dihubungi Selatsunda.com, Kamis (12/8/2021).

Baca juga  Realisasikan Bunkering, Krakatau International Port Lengkapi Pelayanan Kapal di Selat Sunda

Dengan kondisi tersebut, Mulyono mendesak agar Pemkot Cilegon memberi kelonggaran dengan mengizinkan aktivitas mal dibuka seperti yang diterapkan di DKI Jakarta.

“Mal di Jakarta kan udah diizinkan buka dengan syarat harus menunjukan kartu vaksin jika ingin masuk. Coba, Pemkot Cilegon memberlakukan hal yang sama seperti di Jakarta,” sambungnya.

Kata Mulyono, selama ini CCM selalu mengikuti aturan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan jika mal beroperasi.

“Kita sebenarnya terus mengikuti aturan dari pemerintah. Diminta pengunjung dibatasi kami lakukan. Tersedia pencuci tangan kami siapkan.  Tapi kami ingin Pak Walikota melonggarkan mal untuk tetap buka,” katanya.

Ia mengaku mendukung setiap kebijakan  PPKM yang dikeluarkan pemerintah. Namun saat ini bisnis pusat perbelanjaan benar-benar lesu dan begitu terdampak ke berbagai sektor baik ekonomi dan sosial ke masyarakat.

Baca juga  Sejumlah Elit Politik Hadiri Pelantikan Partai Beringin Karya Cilegon

“Jadi PPKM kami dukung, tapi bersamaan tolong dipikirkan bagaimana roda ekonomi bisa berjalan. Bagaimana (caranya) untuk menjaga supaya yang tidak punya tabungan, supaya bisa tetap mendapat pendapatan untuk bisa hidup,” bebernya.

Untuk diketahui, Pemkot Cilegon mengeluarkan Keputusan Walikota Cilegon Nomor 360/Kep.193-BPBD/2021 tentang PPKM Level 4 Kota Cilegon.  Dalam lampiran Kepwal tersebut tertulis kegiatan pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup semetara kecuali akses untuk pelayan toko yang melayani penjualan online dengan maksimal 3 orang setiap toko.
(Ully/Red)