Kajari Cilegon, Ely Kusumastuti diwawancara awak media terkait kasus korupsi OPD di saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kantor Kejari, Kamis (12/8/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kejaksaan Negeri (Kejari) telah mengantongi nama calon tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kota Cilegon. Lembaga supremasi hukum di Cilegon ini akan mengumumkan pada pekan depan.

“Nanti akan ada konferensi khusus. Kita rencana akan ada penetapan tersangka dan sebagainya. Insya Allah, minggu depan sudah langsung ke penetapan tersangkanya,” ungkap Kajari Cilegon, Ely Kusumastuti disela-sela pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Kantor Kejari Cilegon, Kamis (12/8/2021).

Sejauh ini, kata Ely, penyidik telah mengumpulkan berbagai alat bukti. Diantaranya telah memeriksa 20 orang saksi baik dari OPD maupun pihak swasta.

“Ada kurang lebih 20-an. Pihak swasta iya dari dalam (pemerintahan-red) iya, tapi yang jelas nanti temen-teman juga kami undang pada saat penetapan tersangka,” paparnya.

Baca juga  Begini Tanggapan Walikota Helldy Komentari Pernyataan Iman Ariyadi

Saat disinggung awak media OPD mana yang disidik, kasus dugaan dan juga nilai kerugian negara yang ditimbulkan, Ely masih merahasiakannya. Mantan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini belum bisa mengungkapkannya untuk menjaga kondusifitas di Cilegon.

“Tapi kami sengaja tidak mem-blow up dulu karena situasi juga, supaya menjaga situasi kondusif. Kami juga tidak ingin ada kegaduhan. Pada saat tahap penyidikan progressnya sudah 90 persen,” pungkasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kejari Cilegon pada Peringatan Hari Bakti Adhyaksa ke-61 memaparkan capaian kinerja selama satu tahun, Kamis (22/7/2021). Dalam kegiatan konferensi pers itu, Kajari Cilegon, Ely Kusumastuti mengungkap satu kasus dugaan korupsi salah satu OPD di Cilegon yang tengah disidik. Ely tak menampik surat perintah penyidikan OPD baru saja ditandatangani dan akan dimulai penyidikan. (Ronald/Red)