Smart Parking diterapkan di ruko PCI Cilegon, Selasa (11/8/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Para pemilik ruko tepatnya di Pondok Cilegon Indah (PCI) Blok KK & Blok A, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon mengaku jika Dinas Perhubungan (Dishub) telah mematikan usaha para pedagang. Hal ini dikarenakan, Dishub menerapkan smart parking dengan memungut retribusi semena-mena sementara kawasan bisnis tersebut masih menuai gejolak yang panas.

Pemilik Rumah Makan Sri Rejeki Anita Yoviana mengaku, sampai saat ini Dishub belum pernah melakukan sosialisasi terhadap penerapan parkir di PCI. Penerapan sistem parkir tersebut membuat pemilik ruko merugi.

“Selama ini tidak ada sosialisi apapun yang dilakukan oleh Dishub jika mau menerapkan retribusi parkir di sini. Apalagi, retribusi yang akan diterapkan mereka itu, berada di atas got sehingga tidak memadai. Tidak layak buat dijadikan lahan parkir khusus,” kata Anita kepada Selatsunda.com,” Selasa (11/8/2020).

Ia menuturkan, penerapan parkir tersebut selain membuat pemilik merugi juga mengakibatkan kondisi di sekitar ruko semakin semeraut. Akses gerak kendaraan, malah menjadi sempit.

“Silakan dilihat, itu sempit banget akses jalanya. Bagai mana kendaran mau keluar kalau begini? Kami pasti akan mengikuti aturan pemerintah jika kondisinya jelas. Tidak seperti ini,” tuturnya.

Ia berharap, agar Dishub Kota Cilegon bersama dengam pemilik ruko bisa menemukan titik terang dalam persoalan tersebut sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dan diuntungkan terkait persoalan parkir tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Dishub Kota Cilegon Uteng Dedi Apendi menegaskan jika pihaknya telah menerapkan pungutan parkir di Blok KK dan Blok A PCI. Ia menepis jika disebutkan pedagang belum disosialisasi.

“Secara tegas kami (Dishub) sudah memberlakukan parkir di area Blok KK dan Blok A PCI. Kami pun telah melakukan sosialisi kepada pemilik ruko pada Senin (10/8/2020) kemarin namun pemilik ruko tidak hadir. Ya terus gimana? Kita kan punya program kita tampung aspirasi masyarakat tetapi bukan kegiatan berhenti,” kesalnya.

Uteng menambahkan, pengelolaan parkir tersebut dinilai sudah sesuai prosedur. Bahkan, upaya komunikasi ke pemilik ruko juga telah dilakukan.

“Kita sudah ajak komunikasi mereka pemilik ruko, tetapi tidak ada yang datang, kalau kita duduk bareng kita tampung aspirasi masyarakat, kami buka diskusi, kritik dan saran, tetapi bukan memberhentikan progtam ini,” tungkas Uteng. (Ully/Red)