CILEGON, SSC – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) tidak akan memberi cela kepada oknum yang terbukti bermain dalam penjualan tiket secara ilegal atau tiket muter di Pelabuhan Merak. Hal ini ditegaskan Direktur Operasional dan Teknik ASDP, Lamane menepis kekwatiran sejumlah perusahaan pelayaran di lintasan Merak – Bakauheni yang menilai rentannya dugaan kecurangan modus tiket muter pada pemberlakuan sistem tiket elektronik (e-ticketing) yang baru saja diterapkan.

“Kalaupun ada teman-teman kami, atau siapun oknum yang melakukan pelanggaran terkait dengan itu (jual tiket penumpang secara ilegal), kami pastikan bahwa kami pecat. Ini tolong dicatat,” tegas Lamane usai mengawal langsung pengalihan sistem e-ticketing di Pelabuhan Merak, Cilegon, Jumat (1/6/2018).

Tidak hanya kepada oknum ASDP, tindakan tegas itu berlaku bagi oknum lainnya yang juga melakukan praktek yang sama.

“Tadi kami bilang, apapun sistem inikan, harapan kita bahwa tidak ada lagi oknum satu dua yang bermain. Kalaupun itu ada, Kami akan memberikan sanksi yang tegas, baik karyawan ASDP maupun siapapun seluruh stakeholder yang bermain didalam sini,” ungkapnya.

Dijelaskan Lamane, Sistem e-ticketing yang baru saja dialihkan dari sistem milik mitra bisnis ASDP yakni PT Mata Pensil Globalindo (MPG) itu masih belum sempurna dan diakui terdapat beberapa kelemahan. Tidak adanya sensor penetapan golongan kendaraan, belum tersedianya scanner identitas penumpang hingga tingginya resiko penjualan tiket ilegal di Gedung Sentral (GS), menjadi atensi serius pihaknya. Untuk mencegah itu, sistem baru yang dikelola ASDP diupayakan bekerja maksimal.

“Kalau kami lihat (sistem lama dan baru) sama saja. Artinya itu cukup bisa memberikan jaminan bahwa ini tidak akan metugikan siapapun dan kami mengusahakan semaksimal mungkin itu tidak terjadi,” paparnya.

Dari hasil pantauan dilapangan, ASDP mengklaim jika pelayanan yang diberikan kepada penumpang dilakukan dengan cepat. Hal itu diketahui ketika memantau implementasi Standar Pelayanan Minimum (SPM) kepada penumpang. Lamane berharap, sistem yang dibangun itu kedepan dapat memperlancar pelayanan penumpang terutama bagi pemudik pada momentum Hari Lebaran tahun ini.

“Kalaj tadi kita lihat, rata – rata (SPM) 20 sampai 24 detik. Harapan kita kedepan ini dapat lebih cepat lagi,” terangnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?