CILEGON, SSC – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon menyedot air di Gedung Eks Matahari Lama yang selama tbertahun-tahun kondisi lantai basement gedung tersebut terendam air.
Pantauan Selatsunda.com di lokasi, penyedotan air ini dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan dikawal Dinas Satuan Pamong Praja (Satpol) Kota Cilegon.
Kasi Kedaruratan BPBD Kota Cilegon, Zilyasri mengatakan, penyedotan air didalam basement ini, BPBD menggunakan alat pompa air model MBI-150. Langkah ini diambil guna mengantisipasi risiko kerusakan struktur bangunan akibat rendaman air yang sudah berlangsung lama.
Ia menambahkan, salah satu kendala yang dihadapi saat penyedotan air ini, yakni, terkait teknis dan tumpukan sampah yang telah lama berada di dalam air. Ia menyatakan, ketinggian ketinggian air di dalam basement diperkirakan mencapai 2 meter. Selain volume air yang besar, proses evakuasi air terhambat oleh beberapa kendala teknis.
“Saat melakukan penyedotan pompa air sempat mengalami kondisi “masuk angin” dan beberapa unit alat penyedot mengalami kerusakan ringan, sehingga menghambat daya hisap. Kedua, tumpukan sampah di dalam basement menjadi penghalang utama, karena seringkali menyumbat selang dan mesin pompa,” kata Zilyasri ditemui di lokasi, Rabu (7/1/2026).
Zilyasri mengungkapkan, penyedotan air seerta pembersihan sampah tidak bisa selesai 1 hari. Kemungkinan rampung selama satu pekan.
“Kami memperkirakan proses ini memakan waktu maksimal hingga satu minggu. Kami telah menyiagakan alat tempur berupa satu unit Alkon kapasitas besar dan empat unit Alkon kecil untuk mempercepat proses pembuangan air,” ungkapnya.
Langkah cepat ini dilakukan bukan tanpa alasan. Jika air tidak segera dibuang, dikhawatirkan struktur pondasi gedung akan terus melemah.
“Penyebab utama air sulit dibuang adalah karena sudah terlalu lama mengendap dan tertutup sampah. Jika dibiarkan terus-menerus, akibatnya fatal, gedung bisa terancam roboh,” tambahnya.
Saat ini tim BPBD Cilegon terus berjaga dan berupaya memperbaiki kendala mesin agar proses penyedotan kembali optimal demi keamanan lingkungan sekitar gedung. (Ully/Red)





