20.1 C
New York
Kamis, April 30, 2026
Beranda Peristiwa Terkait Banjir Citangkil-Ciwandan, Pemkot Cilegon Nyatakan Tangani Persoalan dengan Normalisasi Sungai

Terkait Banjir Citangkil-Ciwandan, Pemkot Cilegon Nyatakan Tangani Persoalan dengan Normalisasi Sungai

0
587
Kepala DPUPR Kota CIilegon, Tb Dendi Rudiatna diawancara, Senin (22/12/2025). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon langsung bergerak melakukan penanganan banjir yang belum lama terjadi menerjang wilayah Kecamatan Ciwandan, Citangkil dan beberapa wilayah lainnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon, Tb Dendi Rudiatna mengatakan, di dua wilayah kecamatan baik Ciwandan dan Citangkil terdapat dua titik banjir yang menjadi penanganan prioritas pihaknya. Pertama di Lingkungan Panauan dan Kubang Sari. Di dua wilayah itu, kata Dendi, sungai mengalami sedimentasi. Kemudian di lokasi juga terdapat banyak bangunan liar sehingga sulit dilakukan normalisasi.

“Ciwandan citangkil ada dua titik. Yaitu di Panauan, Kubang Sari dan JLS. Terkait hal itu atas perintah pak wali, kami koordinasi dengan pt ksi. Karena setelah kami lihat, inventarisasi persoalan. Pertama adalah terkait sedimentasi, itu di pintu air sedimentasi cukup tinggi. Kedua di sungai ada bangunan liar, berdiri diatas saluran. Sehingga kami sulit untuk lakukan normalisasi,” ujar Dendi ditemui di sela-sela kegiatannya di Tugu Landmark, Senin (22/12/2025).

Selain itu, kata Dendi, persoalan banjir terjadi juga karena terdapat penyimpitan aliran.

“Ketiga di kami terjadi penyempitan, kemarin sudah 4 hari kerahkan beco, sudah kita keruk, banyak, berarti 10 kali 5 hampir 500 kubik,” sambungnya.

Banjir di wilayah Ciwandan, kata Dendi, diperparah karena terdapat tembok pembatas industri yang menutup aliran air. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan industri untuk menangani persoalan tersebut.

“Persoalan itu diperparah dengan tembok penghalang air di KSI. Itu saat terjadi banjir, itu kurang lebih, pipa buangan 4 inch. Setelah kami koordinasi dengan KSI, KSI bersedia untuk memperlebar buangan itu, sehingga air dapat cepat surut,” ujar Dendi.

Kemudian sebagaimana arahan Walikota Cilegon Robinsar, kata Dendi, industri diminta untuk mempercepat normalisasi sungai. Sungai yang terdapat sedimentasi diminta untuk dinormalisasi.

“Di hilirnya di kawasan KSI, KSI juga sudah lakukan normalisasi, saluran-saluran (sedimentasi) diangkatin lagi, itu arahan Pak Wali untuk normalisasi. Mudah-mudahan dalam beberapa minggu apabila terjadi hujan, bisa berkurang,” ucapnya.

“Kemudian di Kubang Sari, persoalannya banyak saluran, ada pendangkalan, ada bangunan liar, ada tambal ban disitu. Maka jangka pendeknya kami lakukan pengerukan sehingga air di JLS dapat cepat surut, yang selama ini terhalang bangunan di sekitar situ,” sambung Dendi.

Dendi menempis jika Pemkot disebut tidak melakukan pencegahan sebelum banjir terjadi. Justru pengendalian banjir dilakukan sebelum terdapat kejadian.  

Seperti yang telah dilakukan Minggu Malam, (21/12/2025), di tiga sungai baik di Cibeber, Kalitumpang dan Kubang Lampit yang biasanya banjir, saat ini air hujan tidak meluap.

“Ngga begitu, justru saya sekarang menggemborkan upaya preventif, upaya mencegah. Jadi arahan Pak Wali, sebelum hujan, kita lakukan upaya pengerukan sedimentasi,” terangnya.

“Tadi malam upaya itu efektif. Di tiga sungai yang selama ini meluap, semalam tidak terjadi. Satu di sungai Cibeber, tidak terjadi meluap. Kemudian sungai di Kalitumpang, tidak ada, kemudian di Kubang Lampit, juga tidak ada. Kita monitor di BBS juga tidak ada. Jadi pada prinsip tadi malam ada hujan, tidak ada luapan,” sambungnya.

Pihaknya mengaku terus melakukan upaya normalisasi sungai dan pembersihan sodetan-sodetan yang mampet akibat sedimentasi. Itu dilakukan karena sudah hampir puluhan tahun, sungai maupun aliran di Cilegon belum banyak dilakukan normalisasi. (Ronald/Red)