20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
Beranda Maritim Menko PMK dan Kapolri Tinjau Kesiapan Nataru di Pelabuhan Merak, Sampaikan Cuaca...

Menko PMK dan Kapolri Tinjau Kesiapan Nataru di Pelabuhan Merak, Sampaikan Cuaca Ekstrem Jadi Atensi

0
1567
Menko PMK, Pratikno, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah menteri meninjau kesiapan Nataru di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin (22/12/2025). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC- Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Meneteri PUPR, Dody Hanggodo meninjau kesiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin (22/12/2025). Dalam tinjauan tersebut turut hadir Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri Perhubungan, Suntana dan jajaran pejabat pemerintah daerah.

Menko PMK, Pratikno mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memeriksa kesiapan sarana dan prasarana untuk melayani para pemudik. Baik untuk pemudik yang akan berkunjung ke sana saudara maupun berwisata. Seluruhnya baik pada mudik dan balik Nataru, kata Pratikono harus disiapkan secara matang.

Peninjauan itu juga termasuk mengecek kesiapan dalam mengantisipasi cuaca. Sebagaimana diketahui, kata Pratikno, saat ini Indonesia sedang menghadapi cuaca yang basah yang luar biasa. Saat ini di tiga provinsi menghadapi siklon. Dampak bencana dalam proses pemulihan. Di saat yang sama, ramalan cuaca basah juga diperkirakan terjadi di Pantai Selatan.

Menurutnya, seluruh kementerian dan lembaga sudah memberikan kesiapsiagaan. Agar pemudik dalam melakukan perjalanan lancar, aman dan nyaman.  

“Oleh karena itu hari ini kita melakukan pengecekan. Tadi kita melakukan pengecekan, tadi kita menyaksikan kesiapan semua KL (Kementerian/Lembaga) sangat tinggi, baik dari sisi TNI Polri, Basarnas dan seluruh jajaran kementerian. Semua sudah memberikan dukungan kesiapsiagaan agar pemudik bisa lancar perjalanannya, aman, nyaman. Dan juga kita tetap mengantisipasi segala hal yang tidak kita inginkan. Itu pun sudah kita siap,” ujar Pratikno.

“Tadi kita menyaksikan seluruh infrastruktur, personel aparat yang siap siaga semuanya. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan libur Nataru sekarang ini,” sambungnya.

Sementara, Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo menambahkan, terkait operasi Nataru yang dilaksanakan selama 14 hari. Ia menyatakan, ada sebanyak 2.800 pos pengamanan yang disiapkan, 50 pos diantaranya disiapkan di Provinsi Banten. Pos itu terbagi menjadi pos pengamanan, pelayanan dan juga pos kegiatan yang bersifat terpadu.

Untuk di Provinsi Banten, kata Kapolri, ada 4 obyek yang menjadi fokus pihaknya melakukan pengamanan. Salah satunya masyarakat yang hendak mudik melalui jalur penyeberangan Pelabuhan Merak. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengamanan kepada masyarakat yang beribadah saat Natal dan Tahun Baru.  Serta pengamanan liburan wisata.

 “Ada 4 obyek yang diamankan di wilayah Banten khususnya, masyarakat yang melaksanakan mudik dan balik melalui jalur penyeberangan di Merak. Dan juga ada kegiatan kegiatan ibadah di gereja, malam natal maupun nanti di tahun baru. Dan juga tentunya ada kegiatan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan akhir tahun. Apakah kegiatan kunjungan wisata atau kegiatan yang sifatnya doa akhir tahun, tentunya semaunya harus diamankan,” ucap Kapolri.

Listyo juga mengingatkan kepada masyarakat terkait dengan ramalan BMKG.  Di mana menurut prakiraan, Banten masuk dalam kriteria curah hujan tinggi. Tentunya, ramalan cuaca yang tidak stabil yang berpotensi bencana harus diantisipasi.

“Saya tadi, tentunya mengingatkan, karena dari BMKG, Banten ini termasuk wilayah yang di ramalan BMKG, masuk kriteria curah hujan tinggi. Tentunya kita harus mengantisipasi bencana. Dari pengalaman dampak dari siklon di Sumut. Dan kemarin di Jawa Tengah ada banjir bandang. Itu semua sudah ada dalam pergerakan BMKG yang harus kita antisipasi,” paparnya.

 Saat ini, kata, Kapolri, penyeberangan berjalan lancar. Tetapi pihaknya tidak mau berprasangka tidak baik. Oleh karenanya, antisipasi untuk memitigasi dampak cuaca buruk harus benar-benar menjadi perhatian.  

“Satu sisi untuk penyeberangan lancar, tetapi kita tidak mau underestimate, sehingga terkait dengan mitigasi apabila terjadi dampak dari curah hujan tinggi dan ombak tinggi, harus betul-betul menjadi perhatian. Mulai dari tempat masyarakat yang harus menunggu, publikasi yang harus kita, kemudian peralatan yang dipersiapkan untuk menghadapi resiko, apabila terjadi permasalahan akibat dampak curah hujan tinggi maupun hal lain yang memerlukan personel untuk melaksanakan penyelamatan ataupun rescue,” ucapnya.

Pihaknya meminta agar masyarakat dapat waspada. Masyarakat juga diharapkan dapat terus mengikuti perkembangan ramalan cuaca BMKG. (Ronald/Red)