Warga di RT 01 RW 01, Lingkungan Batu Bolong, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon mengeluhkan tidak mendapat bantuan tunai maupun paket sembako baik dari Pemerintah, Jumat (29/5/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Warga yang tinggal di RT 01 RW 01, Lingkungan Batu Bolong, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon mengeluhkan tidak mendapat bantuan tunai maupun paket sembako baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kota Cilegon. Padahal jauh sebelum Hari Lebaran, warga sudah menyerahkan data identitas kepada pemerintah dan pihak RT setempat.

Warga setempat, Ati (50) mengaku kecewa tidak mendapat bantuan tunai maupun paket sembako seperti yang digaungkan pemerintah pusat maupun daerah. Hingga Lebaran usai, bantuan yang diharapkan tidak kunjung didapatinya.

Jauh sebelumnya saat mulai memasuki ibadah puasa, kata dia, memang ada petugas pemerintah datang mendata untuk pemberian bantuan sembako Covid-19. Namun sampai saat ini bantuan tunai dan sembako dari pemerintah tidak pernah diterima keluarganya.

“Yang datang kesini petugas ibu-ibu, pakai baju PNS, baju putih. Nggak tahu dari mana itu. Mereka minta Kartu Keluarga dan KTP, saya kasih fotokopiannya. Mereka bilang, setelah didata, mudah-mudahan dapat bantuan pemerintah ya, Nek. Sabar saja, kata petugas itu. Sampai sekarang, boro-boro, datang saja nggak apalagi dapat sembakonya,” ungkapnya.

Ia mengaku, informasi tentang penyaluran bantuan tunai sebesar Rp 600.000 dan paket sembako untuk setiap kepala keluarga yang terdampak Covid-19 jauh sebelumnya sudah diketahuinya. Menurut dia, jika uang tunai dan sembako tersebut didapatnya sangatlah membantu kehidupan keluarganya. Namun sampai saat ini, dia mengaku kecewa karena tidak ada bantuan datang dari pemerintah.

“Kita sudah juga kasih KK dan KTP ke pak RT.  Hitung-hitung kita sudah serahkan 3 kali. Tapi nggak ada dapat apa-apa. Kalau dapat Rp 600 ribu dan paket sembako, uang segitu kan berguna buat kita, bisa bantu kita. Ini malah boro-boro nggak ada sama sekali buat kita,” terangnya.

Sementara Suami Ati yakni Pulung (67) juga mengutarakan hal yang sama. Sekitar 75 Kepala Keluarga di Batu Bolong tidak mendapat bantuan. Diakui pria yang sudah tinggal 41 tahun di Kota Cilegon ini, warga beberapa hari sebelum Lebaran memang mendapat beras 1 kilogram dari pihak RT. Tetapi bantuan tersebut tidak diketahui bersumber dari pemerintah pusat atau Pemkot Cilegon.

“Memang ada, beras sekilo, ambil di rumah pak Ketua RT. Itu dibagi-bagi. Namanya dikasih ya kita ambil. Tapi kita nggak tahu itu dari mana,” terangnya yang sehari-hari bekerja membuka warung.

Warga lainnya, Imi juga mengungkapkan hal yang sama. Dia dan sekitar 5 orang janda di lingkungan tersebut tidak pernah mendapat bantuan pemerintah. Janda berusia 70 tahun ini mengaku hanya bisa pasrah.

“Disini ada 5 janda, termasuk saya. Nggak dapat semua. Jangankan janda, yang ada suaminya saja, nggak dapat sembako,” tuturnya.

Sementara, Lurah Taman Sari, Edi Sugara coba dihubungi lewat sambungan telepon belum dapat dikonfirmasi. Nomor yang dituju dalam keadaan tidak aktif. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here