20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
BerandaPemerintahanTindak Lanjuti Pembangunan Pabrik BBJP Bantuan Bank Dunia, Pemkot Cilegon Percepat Pematangan...

Tindak Lanjuti Pembangunan Pabrik BBJP Bantuan Bank Dunia, Pemkot Cilegon Percepat Pematangan Lahan Hingga Legalitas Tanah

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon tengah berkonsentrasi dengan rencana pembangunan pabrik Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang didanai Bank Dunia. Untuk mendukung pembangunan pabrik senilai Rp 120 Miliar itu, Pemkot melakukan upaya percepatan mulai dari percepatan proses pematangan lahan, pensertifikatan tanah, pembangunan TPT dan proses pembuatan Amdal (Analisis Dampak Lingkungan).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Sabri Mahyudin mengatakan, Pemkot Cilegon diberikan batas waktu hingga Desember 2023 oleh Pemerintah Pusat untuk menyelesaikan pematangan lahan, legalitas sertifikat tanah, Amdal, dan pembangunan TPT.

“Kewajiban kami (Pemkot Cilegon) dari Pemerintah Pusat, untuk bisa menyelesaikan 4 persoalan tersebut,” kata Sabri kepada Selatsunda.com ditemuii di Kantornya, Selasa (13/6//2023).

Sabri memaparkan, saat ini untuk pematangan lahan sudah mencapai 45 persen. Sedangkan untuk pensertifikatan tanah, semua persyaratan sudah diserahkan dan dproses ke BPN (Badan Pertanahan) Kota Cilegon, beberapa waktu lalu. Sementara untuk pembuatan Amdal, saat ini sudah dilaksanakan sesuai SPK per 5 Mei 2023. Kemudian untuk TPT, saat ini dalam proses penyiapan proses lelang.

“Jadi 4 item yang menjadi tanggung jawab Pemkot Cilegon harus rampung di Desember 2023. Karena dari pusat memberi target di tahun ini. Kalau di tahun ini 4 item tersebut tidak bisa kami (Cilegon) selesaikan, otomatis bantuan dari Bank Dunia tidak bisa dicairkan oleh mereka,” papar Sabri.

Mantan Staf Ahli Walikota ini mengaku, pabrik pengolahan sampah jadi listrik ini kapasitasnya akan ditambah. Dari pabrik sebelumnya kerja sama dengan PT PLN mampu memproduksi BBJP 30 ton per hari menjadi 200 ton per hari.

Ia menarangkan, untuk lahan yang akan disiapkan untuk menampung 200 ton sampah ini memiliki luas kurang lebih 1,1 hektar di Kompleks TPSA Bagendung.

“Minimal kontribusi sampah yang diinginkan oleh Bank Dunia itu mencapai 200 ton per hari. Sejauh ini, kontribusi sampah di Cilegon berdasarkan data primer di TPA sejak Januari-April 2023 dari kendaraan plat merah rata-rata mencapai 155,38 ton dan plat hitam (transporter) mencapai 93,48 ton per hari. Jadi total sampah Kota Cilegon mencapai 248,86 ton per hari,” ucapnya.

“Total sampah Cilegon dalam sehari 248,86 ton, sedangkan kebutuhan sampah di Bank Dunia 200 Ton, di BBJP kebutuhan sampah mencapai 30 ton. Itu masih tersisa 18 ton sampah lagi di Cilegon. Nanti 18 ton sampah ini, kita cari lagi metodenya. Otomatis, sampah di Cilegon akan habis dalam 1 hari,” pungkas Sabri. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen