20.1 C
New York
Minggu, Juli 26, 2026
BerandaPeristiwaTingkatkan Pendapatan, PCM Ekspansi Jasa Pemanduan Tugboat di Banten Utara

Tingkatkan Pendapatan, PCM Ekspansi Jasa Pemanduan Tugboat di Banten Utara

-

CILEGON, SSC – Untuk meningkatkan keuntungan perusahaan, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) mengekspansi bisnis baru dengan menambah pelayanan jasa pemanduan kapal tugboat di wilayah Banten Bagian Utara. Ekspansi bisnis baru ini dilakukan dengan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan menggandeng sejumlah pemilik kapal tugboat milik swasta.

Walikota Cilegon Helldy Agustian mengatakan, ekspansi bisnis yang dilakukan PCM dengan menambah pelayanan jasa pemanduan di wilayah Banten Bagian Utara adalah suatu terobosan baru. Ia menilai, ekspansi itu sangat menguntungkan karena dapat meningkatkan keuntungan perusahaan.

Helldy selaku kuasa pemegang saham PCM mengaku, selama ini perusahaan memiliki keterbatasan kapal untuk mengembangkan pasar bisinisnya. Namun dengan pola KSO menggandeng perusahaan tugboat swasta, pasar pelayanan dapat dikembangkan.

“Jadi kami akan pengembangan market dengan melakukan KSO dengan pemilik pandu tunda. Kita hanya menciptakan marketnya saja,” ujar Helldy kepada awak media usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar di Kantor PCM, Kamis (17/2/2022).

Helldy menyatakan, ekspansi bisnis di Banten Bagian Utara dengan pola KSO akan menyasar pelayanan kapal-kapal tongkang dan kapal lain berukuran kecil.

“Itu rencana di PLTU dan bagian utara Bojonegara,” terangnya.

Sejauh ini, lanjut Helldy, PCM dengan 3 kapal tugboat milik sendiri dan 2 kapal tugboat yang disewa mencatat keuntungan pada bulan Januari 2022 sebesar Rp 2,2 miliar. Dengan penambahan 3 kapal tugboat pola KSO, perusahaan memprediksi dapat menambah keuntungan Rp 1 miliar. Jika dihitung dalam satu tahun, target keuntungan diperkirakan dapat mencapai kurang lebih Rp 36 miliar.

“Pendapatan yang mereka prediksi (pola KSO) minimal Rp 1 miliar perbulan sehingga per tahun ada penambahan kurang lebih 12 miliar. Sementara pencapaian profit satu bulan saja di Januari ini Rp 2,2 miliar.  Jadi kalau dihitung, Rp 24 miliar ditambah RP 12 miliar, targetnya Rp 36 miliar,”ucapnya.

PCM dengan pola KSO tidak akan menggeluarkan biaya apapun. Justru dari kerja sama itu, PCM tanpa penambahan modal mendapat keuntungan.

“Tidak ada modal yang dikeluarkan oleh PT PCM. Tapi justru dengan pola KSO ini, PCM akan meraup keuntungan yang cukup besar,” terang Helldy.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT PCM Muhammad Willy mengatakan, penambahan pelayanan kapal tugboat dengan pola KSO dilakukan karena terdapat peluang bisnis yang selama ini tidak dikembangkan.

Selama ini, kata Willy, banyak kapal tongkang yang bersandar di TUKS di Banten Bagian Utara belum terlayani baik dengan pemanduan tugboat. Disisi lain, banyak perusahaan pemilik kapal tugboat tidak dapat melayani kapal tongkang karena tidak memiliki izin.

Ia menyatakan, dengan keterbatasan kapal PCM namun memiliki izin pelayanan pemanduan tugboat, kolaborasi KSO itu dijalin dengan perusahaan-perusahaan pemiliki kapal tugboat swasta.

“Perusahaan pemilik kapal tunda, dia akan KSO dengan menggunakan izin PCM. Jadi biaya BBM, kru di-provide pemilik kapal itu. Jadi karena ada peluang di Banten Utara, (peluang) itu kita tangkap,” terangnya.

Ia menyatakan, pola kerja sama itu telah dikaji secara terperinci. Ia meyakini cara tersebut dapat memberikan dampak positif dalam hal penambahan pendapatan perusahaan.

“Ini sudah kami kaji betul dari berbagai sisi. Kami yakin dengan cara KSO, pengembangan usaha di utara Banten dapat dilaksanakan secara maksimal,” terangnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen