DPRD Kota Cilegon melaksanakan Rapat Paripurna terkait Penetapan APBD Perubahan 2021 Kota Cilegon, Kamis (30/9/2021). FOto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – DPRD Kota Cilegon telah mengesahkan APBD Perubahan 2021 Kota Cilegon sebesar Rp 2,176 trilun. Penetapan dilakukan lewat rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Cilegon, Kamis (30/9/2021).

APBD Perubahan 2021 yang ditetapkan mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp 2,018 Trilun atau naik sebesar Rp 157,8 miliar.

Penetapan ini membuat struktur anggaran mengalami perubahan. Pada sektor pendapatan yang semula dari Rp 1,764 triliun naik menjadi Rp 1,836 trilun atau mengalami peningkatan sebesar 305 juta.

Selanjutnya, untuk pos belanja daerah juga mengalami peningkatan semula sebesar Rp 2,15 triliun naik menjad Rp 2,172 miliar atau terjadi peningkatan sebesar Rp 250 juta.

Pada pos belanja mengalami peningkatan sebesar Rp 2,172 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 2,015 triliun atau terjadi peningkatan sebesar Rp 157 miliar.

Sementara penyertaan modal mengalami peningkatan sebesar Rp 3,6 miliar dari sebelumnya Rp 3 miliar atau naik sebesar Rp 3,6 miliar.  Sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun sebelumnya Rp 253,681 miliar atau bertambah menjadi Rp 86 miliar atau menjadi Rp 340,226 miliar.

Baca juga  Buruh di Cilegon Geruduk Kantor Walikota, Tuntut UMK 2022 Naik 10 Persen

Walikota Cilegon, Helldy Agustian menuturkan, pihaknya dalam menetapkan APBD P 2021 akan memaksimalkan potensi-potensi daerah dengan meningkatkan pendapatan. Diantaranya, pendapatan yang akan dimaksimalkan lewat rektribusi kepelabuhan dan parkir.

“Kita lagi coba pelajari potenis pendapatan dari sektor parkir, kepelabuhan dan yang lainnya. Apakah ada ketentuan atau ada aturanya. Intinya, kita (Pemkot Cilegon) lihat terlebih dahulu  potensi pendapatan yang bocor sehingga bisa pecahkan agar tidak terlalu bocor atau jauh lebih baik,” tutur Helldy.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon secara tegas menyatakan dengan disahkannya APBD-P 2021 diharapkan dapat dirasakan oleh 443 ribu masayarakat Kota Cilegon. Untuk merealisasikan itu, pihaknya mendesak agar Pemkot Cilegon mengenjot pendapatan yang berasal dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Baca juga  Tabrakan di Depan Gedung DPRD Banten Libatkan Mobil Fortuner dan 2 Motor, Satu Orang Tewas

“Saya minta agar Pak Walikota Cilegon (Helldy Agustian) untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah yang dihasilkan oleh OPD. Saya juga desak potensi-potensi pendapatan yang bocor segera ditindakalanjuti,” tegas Isro.

Terpisah, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cilegon Subhi meminta agar seluruh OPD dapat mempercepat proses pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat terutama sebelum Tahun Anggaran 2021 berakhir. Kemudian, Pemkot Cilegon dapat menetapkan kebijkan keuangan daerah dalam rangka penanganan covid-19 dan menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian.

“Kami mendesak Pemkot Cilegon agar mencanbtumkan kiriteria keadaan darurat dan mendesak dalam raperda dan mendesak Pemkot Cilegon menyedikan alokasi anggaran jaminan kecelakaan kerja dan kematian bagi ASN dengan mempodemani Peraturan Pemerintah Daerah Nomor 70 tahun 2015,” ujarnya. (Ully/Red)