Kasubdit Keselamatan Kapal Ditkapel, Sidrotul Muntaha menemukan lampu pelampung yang tidak menyala saat uji petik di KMP Batumandi, Dermaga Eksekutif, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin (20/5/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Jelang Mudik Lebaran 2019, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) melakukan uji petik kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin (20/5/2019). Uji petik ini dilakukan untuk memastikan pemenuhan alat keselamatan penumpang saat mudik nanti.

Dalam pemeriksaan yang didampingi KSOP Banten, petugas mengecek alat keselamatan diatas KMP Batumandi dan KMP Caitlyn 7 mulai pukul 10.30 WIB. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas dibagi dalam dua tim. Tim pertama memeriksa KMP Batumandi di Dermaga eksekutif dan tim lainnya di KMP Caitlyn 7 di Dermaga 3. Petugas mendapati sejumlah alat keselamatan rusak dan tidak berfungsi.

Kasubdit Keselamatan Kapal pada Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel), Sidrotul Muntaha mengatakan, ada sejumlah temuan peralatan yang rusak dalam uji petik tersebut. Diantaranya alat keselamatan penumpang, alat pemadam kebakaran dan peralatan navigasi kapal.

“Terutama yang terkait dengan alat keselamatan dan alat-alat pemadam kebakaran. Ada beberapa yang perlu ada tambahan save lighting di labuh itu tidak berfungsi. Kemudian juga house-housenya juga ada yang rusak, yang perlu ada pergantian. Dan juga kelengkapan di peralatan navigasi perlu ada tindak lanjut, perbaikan untuk kedepannya,” ungkap Kasubdit usai memeriksa KMP Batumandi di Dermaga Eksekutif.

Kasubdit Keselamatan Kapal Ditkapel, Sidrotul Muntaha menunjukan lampu pelampung yang mati dan tidak terikat di pelampung saat uji petik di KMP Batumandi, Dermaga Eksekutif, Pelabuhan Merak

Ia menjelaskan secara detail, peralatan keselamatan seperti lampu pelampung di KMP Batumandi tidak berfungsi. Begitu juga springkle di cardeck juga belum berfungsi optimal.

“Ada house fire packing, kemudian life rack juga perlu adanya perhatian dari awak kapal, terus lampu-lampu life jacket juga tidak terpasang. Dan juga tekanan dari fire pump. Coverage daripada springkle juga belum meng-cover cardeck,” tandasnya.

Kerusakan peralatan ini, kata dia, disebabkan beberapa kemungkinan. Baik kurang kontrolnya peralatan oleh perwira keselamatan dan penumpang yang sengaja merusaknya.

“Mungkin tidak ada kontrol dari perwira safetynya, kemudian ini kan kapal penumpang, kadang ada yang suka iseng, bisa saja. Dari penumpang sendiri atau kekurangaktifan dari perwira keselamatan dalam rangka untuk mengecek keselamatannya,” terangnya.

Kasubdit Keselamatan Ditkapel, Sindrotul Muntaha menunjukan ikatan yang masih tertempel di life rank saat uji petik

Sekalipun ada kerusakan, kata Sidrotul, temuan – temuan tersebut masih bersifat minor. Atas temuan itu, pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi kepala operator kapal yang harus ditindaklanjuti sebelum 24 mei 2019.

“Sesuai instruksi Dirjen (Hubla), (batas akhir) 24 mei. Ini untuk pelaksanaan rekomendasi hasil temuan-temuan tadi,” paparnya.

Untuk diketahui, jumlah kapal di lintasan Pelabuhan Merak – Bakauheni sebanyak 69 kapal. 53 kapal diantaranya digunakan untuk Angkutan Lebaran tahun ini. Saat ini, KSOP Banten telah melakukan uji petik sebanyak 34 kapal.

Sementara itu, Manager Penyeberangan PT ASDP Merak, Syamsuddin Tanassy di lokasi enggan berkomentar soal adanya temuan tersebut.

“Jangan ke saya yach. Ke pak GM saja yang berkewenangan. Saya tidak bisa menjawab ini,” ujar dia di dermaga eksekutif. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?