20.1 C
New York
Selasa, Mei 26, 2026
BerandaPemerintahanUsaha Pelanggan Tutup, PDAM Cilegon Merugi

Usaha Pelanggan Tutup, PDAM Cilegon Merugi

-

CILEGON, SSC – Imbas banyaknya perusahaan, hotel, restoran maupun mall tutup akibat covid-19 virus corona, rupanya berdampak pada pendapatan Perusahaan Daerah Air Minum Cilegon Mandiri (PDAM-CM) Kota Cilegon turun drastis. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir ini (Febuari dan Maret) lalu.

Selain dari pelanggan, penerimaan royalti PT Krakatau Tirta Indonesia (KTI) yang diterima oleh BUMD Kota Cilegon ini pun berdampak mengingat hal sama dialami oleh anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS) tersebut.

Pembahasan ini terungkap saat Komisi III DPRD Kota Cilegon melakukan kunjungan ke PT PDAM-CM, Selasa (21/4/2020) siang tadi.

“Dari hasil paparan yang diberikan oleh pihak managemen PDAM Cilegon membenarkan memang terjadi penurunan pendapatan sejak dua bulan terakhir ini,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon Subhi S Mahad kepada awak media usai ditemui di Kantor PDAM Cilegon,” Selasa (21/4/2020).

Meski banyak pelaku usaha tutup, namun dampak kerugian yang tercatat oleh PDAM-CM masih belum siginifikan terlihat. Meski demikian, jika kondisi pademik tersebut belum berakhir, ia memprediksi akan terjadi penurunan pendapatan kembali hingga empat bulan ke depan.

“Kalau sampai berkepanjangan, akibatnya akan signifikan,” ujarnya.

Senada dengan Subhi, Komisi III DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh menambahkan, kondisi ini tidak bisa dihindari oleh PDAM-CM.

“Mulai industri besar hingga pengusaha kecil, itu mengalami penurunan produksi. Hotel-hotel sepi sehingga tidak ada yang menggunakan air, toko dan restoran, mall. KTI pun ikut terdampak karena perusahaan-perusahaan besar sebagai pelanggan perusahaan itu, mengalami penurunan produksi,” tuturnya.

Menurut Rahmatulloh, pihak manajemen pun mengharapkan adanya bantuan modal dari Pemkot Cilegon. Terkait hal ini, pihaknya siap untuk mendukung.

“Sebagai mitra kerja, kalau PDAM-CM merasa butuh bantuan dana dalam bentuk penyertaan modal, kami siap membantu. Paling nanti di perubahan anggaran. Tapi dengan syarat, wabah sudah berakhir. Kalau belum, kami tidak bisa bantu,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Pjs Direktur Utama PT PDAM-CM Taufiqurahman Husein tak menampik imbas dari banyaknya pelaku usaha tutup, PDAM Cilegon merugi.

“Kami jadi tidak yakin bisa mempertahankan nilai defiden untuk Pemkot Cilegon. Tahun lalu kan kurang lebih Rp 3 miliar. Jika kondisi ini berlanjut terus, kelihatanya kami akan kesulitan,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2