CILEGON, SSC – Calon Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) telah selesai mengikuti Ujian Kompentensi dan Keahlian (UKK). Usai UKK, calon tersebut selanjutnya akan menjalani tes wawancara yang rencananya akan langsung dilakukan oleh Walikota Cilegon, Robinsar.
Ketua Tim Pansel, Syaeful Bahri, mengatakan pleno tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian seleksi yang telah dilaksanakan, termasuk uji kompetensi, psikotes, dan penilaian rekam jejak oleh tim pakar.
Dari 11 peserta yang mengikuti proses seleksi, hanya 5 orang dinyatakan memenuhi syarat sesuai ketentuan Pasal 46 Permendagri Nomor 37 Tahun 2018.
“Dari 11 peserta, terdapat lima besar calon yang memenuhi syarat untuk mengikuti tahap akhir wawancara bersama Wali Kota Cilegon,” kata Syaeful, Rabu (12/11/2025).
Adapun lima calon tersebut yakni Didi Sudira dengan nilai 8,30, Yuliawan Andi Putra (8,02), Wira Lazuardi (7,83), Usep Saefulloh (7,63), dan Nasrulloh (7,59).
Menurut Syaeful, tahapan berikutnya akan dilaksanakan wawancara akhir bersama Wali Kota Cilegon, yang dijadwalkan berlangsung pada 17–21 November 2025.
“Kami akan segera melaporkan hasil pleno ini kepada Pak Wali Kota. Nantinya, wawancara akan dilakukan sesuai waktu yang ditetapkan beliau dalam rentang tanggal tersebut,” ujarnya.
Terkait nilai tertinggi yang diperoleh Didi Sudira, Syaeful menjelaskan bahwa hasil tersebut konsisten di seluruh tahapan uji.
“Dari BRIN memberi nilai tinggi jadi nomor satu, tim pakar SDM dan keuangan ranking satunya Didi Sudira begitu juga di test Psikologi paling tinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil tes psikologi bahkan menunjukkan bahwa Didi sangat direkomendasikan untuk menduduki posisi Direktur Keuangan Operasional PCM.
“Karena dia pernah mengelola uang di salah satu bank swasta sebagai direktur keuangan dengan nilai Rp 3 tiriliun lebih dan itu skornya tinggi,” jelas Syaeful.
Syaeful menegaskan, seluruh proses seleksi berlangsung transparan, profesional, dan akuntabel. Ia memastikan tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam setiap tahapan seleksi.
“Selama ini kami sangat transparan. Tidak mungkin ada intervensi terhadap hasil penilaian dari guru besar maupun tim psikologi. Semua rekapitulasi terbuka dan dapat diakses oleh sekretariat maupun panitia,” tegasnya. (Ully/Red)





