Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Hasbi Sidik. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Hasbi Sidik mendesak para pengusaha tambang pasir untuk bertanggung jawab dalam memperbaiki Jalan Lingkar Selatan (JLS). Menurut Hasbi, salah satu faktor utama JLS rusak parah karena keberadaan truk pasir yang melewati JLS.

“Saya kira para pengusaha galian pasir harus bertanggung jawab atas kondisi JLS yang rusak parah. Jangan hanya menikmati hasilnya sendiri saja tapi merusak jalan milik Cilegon,” kata Hasbi ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/3/2023).

Hasbi tak memungkiri jika izin usaha galian pasir berada pada kewenangan Provinsi Banten. Tapi, aktivitas lalu lintas truk pasir melewati JLS milik Kota Cilegon. Hasbi meminta, agar Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon mendata truk-truk pasir yang melintas.

Baca juga  Kota Cilegon Kembali Pertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian Ke-10

Hasbi menuturkan, pengusaha truk pasir mustinya turut berkontribusi seperti yang tengah dilakukan industri menghimpun dana patungan untuk memperbaiki JLS.

“Dinas Perhubungan (Dishub) data itu para truk-truk pasir yang melewati JLS. Bila perlu, agar JLS tidak terlalu rusak parah ditutup saja. Buat satu jalur. Pengusaha pasir harus bisa gotong royong seperti industri yang lain dalam memperbaiki JLS. Jangan semuanya dibebankan ke pemerintah. Memang pemerintah punya tanggung jawab dalam perbaikan tersebut. Tetapi, para truk pasir juga harus bertanggung jawab dalam hal ini,” ujar Politisi Partai Gerindra.

Kata Hasbi, perbaikan JLS membutuhkan anggaran yang besar. Oleh karena itu, Pemkot Cilegon diminta untuk mengajukan bantuan anggaran dari pemerintah pusat (Anggaran Inpres) untuk membantu Cilegon dalam memperbaiki JLS.

Baca juga  Disperindag Cilegon Akan Konsultasi ke BPKP, Kaji Rencana Kerja sama Bangun Guna Serah Pasar Kranggot

“Sambil dana inpres cair, gotong royong antara industri dan pengusaha pasir dibutuhkan dalam hal ini. Dan saya akan meminta Pemkot Cilegon telusuri siapa penambang pasir yang membuat JLS rusak parah,” pungkas Hasbi. (Ully/Red)