Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin bersama Komunitas Bahasa Jawa Serang mengkampanyekan Bahasa Jaseng dalam Milad Komunitas Bahasa Jawa Serang ke-9 di Aula Gelanggag Remaja Stadion Maulana Yusuf,” Minggu (17/11/2019). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin mengajak kepada seluruh warga Serang untuk bisa mengimplementasikan Bahasa Jawa Serang (Jaseng) dalam kehidupan sehari – hari. Menurut orang nomor 2 di Kota Serang ini, bahasa Jawa Serang merupakan identitas daerah yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Dalam hal ini saya mengajak kepada warga Serang untuk tidak minder dan jangan malu dalam menggunakan bahasa Jaseng dalam kehidupan sehari-hari. Karena penggunaan Jaseng sangat penting untuk menentukan identitas masing masing daerah,” kata Subadri Subadi kepada awak media saat menghadiri acara Milad Komunitas Bahasa Jawa Serang ke-9 di Aula Gelanggag Remaja Stadion Maulana Yusuf,” Minggu (17/11/2019).

Menurutnya, menjaga identitas daerah seperti Bahasa Jawa Serang sangatlah penting. Karena bahasa Jaseng adalah ciri khas dalam menunjukan budaya daerah sendiri.

“Sangat penting saya rasa, karena semua daerah punya identitas. Semua daerah punya ciri khas dan bahasa sendiri. Seperti Padang dan bahasa Sunda,” ujarnya.

Ia mengaku, dalam kehidupan sehari-hari selalu menerapkan bahasa Jaseng. Bahkan saat bertemu dengan maayarakat juga mengunakannya.

“Semenjak saya dilantik menjadi Ketua Dewan dan masyarakat pun mengunakan bahasa tersebut. Maka saya memaksakan selalu berbahasa dengan bahasa Jawa Serang” kata Subadri,” ujarnya.

Bahkan bukan saja dalam keseharian, Bahasa Jaseng juga diimplementasikan dalam pemberian nama-nama ruang publik. Salah satunya seperti nama Taman Deduluran.

“Dalam rangka memperkenalkan, membudayakan arti bahasa jawa serang, contoh kaya taman taman yang semula dari K3 pindah ke bahasa deduluran, taman deduluran, dibelakang juga dari taman LANSIA menjadi taman Embok Nyai Bapak Yai di Warung Pojok juga dari semula sksd Cijawa itu dijadikan Taman Cecantelan,” paarnya

Selain digunakan nama di Ruang Terbuka Hijau (RTH), Subadri juga akan memasukan Bahasa Jaseng dalam suatu mata pelajaran di sekolah.

“Akan saya masukan Bahasa Jawa Serang dalam suatu mata pelajaran MULOK (Muatan Lokal) PAUD, SD dan SMP,” tuturnya.

Untuk menekankan dan menerapkannya, Sibadri akan langsung mematenkan bahasa Jaseng dalam semua Peraturan Walikota (Perwal) tentang penggunaan bahasa Jawa Serang.

“Akan kami patenkan Bahasa Jaseng ini dalam bentuk Perwal. Dengan perwal ini, penggunaan Bahasa Jaseng akan diterapkan 1 hari dalam seminggu. Kalau di Jawa Barat penggunanaan bahasa Sunda dilakukan pada hari Rabu. Nah, untuk di Kota Serang ada bahasa Babasan yang akan diterapkan pada Selasa atau Kemis atau selasa bebasan kita lagi kaji itu,”’ucapnya . (MG-01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini