Walikota Cilegon, Edi Ariadi menandatangani pertanyaan komitmen menuju Smart City saat di Bappeda Cilegon, Jumat (11/10/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi menyesalkan sampai saat ini aplikasi smart city yang dikelola oleh Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik (Diskominfo) Cilegon dinilai masih belum diimplementasikan optimal. Hal itu disampaikannya setelah mendapat laporan banyak warga yang belum mengetahuinya seperti halnya layanan 112.

“Sudah cukup bagus Cilegon sudah ada Smart City. Apalagi pada 6 November mendatang, Cilegon bakal menerima penghargaan dari Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Tapi, saya sangat sayangkan kenapa layanan 112 belum sepenuhnya disosialisasi oleh mereka,” kata Edi kepada awak media usai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Menuju 100 Smart City yang berlangsung di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, Jumat (11/10/2019).

Kendati demikian, lanjut orang nomor satu di Cilegon, penerapan smart city ke masyarakat semestinya tidak perlu lagi mengadukannya dengan datang ke kantor dinas. Tetapi, bisa langsung terlayani dengan panggilan 112.

“Kita (Pemkot,red) kan ada Layanan Panggilan 112. Pemkot memiliki layanan ini, sehingga komunikasi antara pemerintah dan masyarakat bisa berjalan cepat, efektif, dan efisien. Namun nyatanya, hingga saat ini komunikasi antara pemerintah dan masyarakat masih berjalan dengan pola lama,” lanjutnya.

Dengan kondisi ini, Edi meminta agar Diskomifo tidak puas dengan Layanan Panggilan 112 yang dimiliki namun terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar keberadaan aplikasi ini bisa benar-benar dirasakan.

“Mereka (OPD) harus ada updating serta evaluasi, harus sosialisasikan ke masyarakat, jangan ada aplikasi diem aja, tapi masyarakat tidak tahu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Kota Cilegon Jubaedi mengaku, masih terus berupaya memutahkhirkan aplikasi smartcity di Pemkot Cilegon. Bahkan, di 2019 ini ada proyek yang akan dilakukan dalam memantapkan program aplikasi smart city.

“Sama yang disampaikan oleh Pak Wali (Edi Ariadi,red) kita terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya harus lebih disosialisasikan kepada warga agar penggunaan aplikasi ini bisa sejalan dengan harapan Pak Wali,” ujarnya.

Menurut Jubaedi, terlepas masih adanya sejumlah kekurangan dalam mengimplementasikan program tersebut, Kota Cilegon kini telah lolos asesment menuju 100 Smart City, hal itu menurutnya capaian yang cukup baik, mengingat jumlah kabupaten kota di Indonesia sebanyak 600 daerah. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here